Adikarya Parlemen :
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, H.Irpan Haeroni.SE.
Kabupaten Bekasi || Sangkakala7.tv
Olahraga belum menjadi budaya bagi semua kalangan masyarakat Indonesia, ratusan juta jumlah penduduk Indonesia tidak diimbangi dengan pembangunan jumlah sarana prasarana keolahragaan di daerah dengan optimal.
Kebijakan dalam pembangunan olahraga nasional dibentuk berdasarkan perspektif historis, tren global, dan tantangan pada masa depan yang menjadi isu utama.
Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat H.Irpan Haeroni.SE mengatakan, Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, merupakan dasar dari upaya pembinaan dan pengembangan olahraga di Jawa Barat, pada Sabtu 13 April 2024.
Perda tersebut bisa dilaksanakan oleh masyarakat dengan harapan olahraga harus menjadi kebiasaan di masyarakat dan Perda itu harus dilakukan secara berkesinambungan,” kata Irpan.
Lanjut Irpan, pembinaan dan pengembangan olahraga di Provinsi Jawa Barat telah terbukti mencapai target prestasi olah raga yang diraih para atlet Jawa Barat dalam sejumlah event nasional maupun internasional.
Politisi Fraksi Gerindra Persatuan Ipan Haeroni menegaskan, Saat ini keberadaan olahraga tradisional di Indonesia mulai tergerus oleh gempuran permainan modern dan digital.
Pemerintah harus mengenalkan kembali olahraga tradisional kepada anak-anak muda, karena olahraga tradisional itu merupakan peninggalan zaman dahulu yang perlu dilestarikan.
Jika tidak dibangun lagi maka anak-anak tidak akan memahami, apa sesungguhnya olahraga tradisional itu.
Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap olahraga tradisional, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) berkewajiban menggelar Workshop Penggerak Olahraga Tradisional.
Lanjut Irpan Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, kegiatan Workshop penting diadakan guna meningkatkan kualitas dan kompetensi sumberdaya manusia, terutama guru olahraga.
“Karena saat ini olahraga tradisional sudah mulai jarang dilakukan bahkan mulai menghilang”.
Atlet, pelatih, dan fasilitas yang cukup lengkap, menjadi modal dalam menghasilkan prestasi olahraga.
Kelemahan itu selalu ada, yaitu belum optimalnya alokasi anggaran, kurangnya keterpaduan pembinaan organisasi olahraga masyarakat yang solid, serta belum dimilikinya sarana Sekolah Khusus Olahraga.
(R-001)







