Ket foto : Tim Basarnas, TNI dan Polri melakukan pencarian korban hanyut di Sungai Aek Sibundong. (Sangkakala 7/Humas Polres Tapteng)
Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Mangatas MB Manalu (37) dan
Natal Yana Pinem (46), pasangan suami istri (pasutri) asal Pandeglang, Banten, hanyut di Sungai Aek Sibundong, di Desa Simargarap, Kecamatan Pasaribu Tobing, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Jumat (11/10/2024), sekira pukul 17.45 WIB.
Hanyutnya pasutri yang baru menetap di Sorkam sekitar empat bulan ini, diketahui pada saat Togar Aritonang (38) sedang memancing di Sungai Aek Sibundong. Ia melihat kedua korban terseret arus sungai, dengan posisi korban perempuan diatas punggung laki-laki.
“Tidak berfikir panjang, saya langsung berlari ke perkampungan, minta tolong ke warga sekitar. Pas balek ke lokasi, korban perempuan sudah mengapung di tepi sungai. Sementara korban laki-laki tidak kelihatan lagi,” terang Togar.
Melihat jasad Natal Yana Pinem
mengapung di sungai, Togar bersama Dio Silaban langsung melakukan evakuasi, bersama warga sekitar dengan memakai sampan. Korban yang ditemukan dalam kondiai meninggal ini dibawa ke rumah duka, di Desa Simargarap, Kecamatan Pasaribu Tobing.
“Pasangan suami istri ini baru menetap di Sorkam sekitar empat bulan dan bekerja sebagi petani. Mangatas MB Manalu memang warga Sorkam dan merantau ke Banten, dan kembali pulang ke Sorkam” ujar Kapolsek Sorkam, Iptu Dorpis Sitompul.
Hingga Sabtu (12/10/2024), korban Mangatas MB Manalu belum berhasil ditemukan. Tim Basarnas dibantu TNI dan Polri masih melakukan pencarian disepanjang aliran Sungai Aek Sibundong.
Penulis : Dzulfadli Tambunan
Editor : Priyatna







