PTAR Tunjukkan Inovasi Jembatan Arboreal di Asian Primate Symposium

- Redaktur

Sabtu, 30 November 2024 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Sejumlah primata yang sedang berada di jembatan arboreal di kawasan Tambang Emas Martabe terekam camera trap.(Sangkakala 7/PTAR)

Medan, Sumut || Sangkakala 7
PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, mempresentasikan inovasi harmonisasi kegiatan pertambangan dengan pelestarian alam di ajang Asian Primate Symposium, yang tahun ini mengangkat tema “Living in Harmony with Primates.” Melalui proyek 13 jembatan arboreal yang dilengkapi camera trap, PTAR membangun kehidupan yang berdampingan dan berkelanjutan antara manusia dengan primata.

Asian Primate Symposium ke-9 yang berlangsung di Universitas Sumatra Utara pada 23–27 November 2024 ini, diikuti 295 partisipan, mencakup ilmuwan, pakar primata, dan konservasionis dari berbagai negara, dengan beragam topik diskusi tingkat tinggi soal primata. Di ajang bergengsi tersebut, PTAR mengangkat penelitian berjudul “Arboreal Bridges for Sustainable Human-Primates Coexistence within Ecologies Adaptation at Martabe Gold Mine.”

Superintendent Environmental Site Support Agincourt Resources, Syaiful Anwar, mengatakan pemasangan jembatan arboreal merupakan bagian dari komitmen Perusahaan untuk memastikan keberlangsungan hidup ekosistem primata di sekitar areal tambang.

Jembatan arboreal yang menyerupai jembatan gantung, dirancang khusus untuk hewan arboreal atau hewan-hewan yang sebagian besar hidupnya di atas pepohonan, berperan sebagai penghubung antarfragmen di hutan yang ada di area Tambang Emas Martabe. Melalui jembatan arboreal, primata dapat dengan bebas berpindah ke area lain, mencari makan, dan berkembang biak tanpa terhalang aktivitas manusia.

“Jembatan arboreal memberikan fleksibilitas bagi primata untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan sekaligus mengurangi risiko konfik antara satwa dengan manusia,” katanya, Jumat (28/11/2024).

Dituturkan, sepanjang 2023-2024, terekam enam spesies memanfaatkan jembatan arboreal di kawasan Tambang Emas Martabe. Mereka adalah huliap (Presbytis sumatrana), beruk (Macaca nemestrina), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), lutung kelabu (Trachypithecus cristatus), jelarang hitam (Ratufa bicolor), dan musang akar jawa (Arctogalidia trivirgata).

Manager Environmental Agincourt Resources, Mahmud Subagya, menambahkan, jembatan arboreal merupakan salah satu contoh nyata bagaimana industri pertambangan dapat berjalan beriringan dengan upaya konservasi keanekaragaman hayati. Partisipasi PTAR dalam Asian Primate Symposium menegaskan komitmen PTAR terhadap pelestarian keanekaragaman hayati Sumatera, sekaligus memastikan praktik tambang yang berkelanjutan.

“Proyek ini tidak hanya memberikan manfaat bagi satwa liar, tetapi juga bagi masyarakat sekitar dan generasi mendatang,” tutur Mahmud.

Jembatan arboreal di Tambang Emas Martabe menjadi tonggak penting dalam upaya melindungi kekayaan ekologi di alam Sumatera. Proyek ini membuktikan bahwa dengan komitmen yang kuat, dapat tercapai keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Selain itu, terdapat dua penelitian lain tentang konservasi keanekaragaman hayati di Tambang Emas Martabe dipresentasikan di Asian Primate Symposium 2024. Penelitian tersebut dilakukan oleh mahasiswa Universitas Nasional, Jakarta, selama bermagang di PTAR. Mereka adalah Dimas Firdiyanto dan Fathiya Rahma.

Melalui penelitian berjudul “Spacing Behavior of Presbytis Sumatrana in Martabe Gold Mine Forest Batang Toru”, Dimas menunjukkan bahwa perilaku jarak huliap di hutan yang terfragmentasi dapat menjadi pertimbangan manajemen PTAR membangun koridor buatan.

Sementara, penelitian Fathiya bertajuk “Presbytis sumatrana Daily Activity and Feeding Behavior in the Concession Forest, Batang Toru” memberikan wawasan penting tentang aktivitas harian dan perilaku makan huliap yang dapat digunakan untuk melindungi huliap dan habitatnya serta membantu pengelolaan lingkungan hidup di sekitar area pertambangan.

“Selama 4 bulan kami magang dan melakukan penelitian di PTAR, kami mendapati banyak upaya PTAR dalam melestarikan keanekaragaman hayati di kawasan Batang Toru, juga implementasi aturan ketat bagi karyawan untuk menjaga lingkungan hidup,” ujar Fathiya.

Untuk melindungi keanekaragaman hayati, PTAR secara berkala merehabilitasi dan mereklamasi bekas area tambang. Sepanjang 2023 – 2024, berbagai inisiatif keanekaragaman hayati PTAR telah dijalani. Sebut saja, survei biodiversitas flora dan fauna di area hutan original sekitar Tambang Emas Martabe, memperkaya tanaman lokal dan pakan primata di sejumlah area konservasi, merencanakan konstruksi stasiun penelitian, serta mengembangkan Laboratorium Mikologi, Laboratorium Biodiversitas, dan Laboratorium Mikrobiologi.

Facebook Comments Box

Penulis : Dzulfadli Tambunan

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Manajemen Botani Square–Hotel Santika Pastikan Limbah Dikelola Sesuai Standard ‎
Pembangunan RS Khusus Jantung dan Kanker di Simpang Yasmin Bogor Terus Dikebut, Ditargetkan Rampung 2027
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim Saksikan Studi Analisis Sampah di Situ Gede
Dari Gulma Jadi Rupiah: Eceng Gondok Disulap Jadi Produk Kreatif Jelang Triathlon Humbahas 2026
Kabupaten Bogor Pelopori Pembangkit Listrik Berbasis Sampah, Tanda Era Baru Pengelolaan Lingkungan
Warisan Listrik Zaman Belanda, PLTA Karacak Leuwiliang Masih Beroperasi Hingga Kini
Bayar Tol Kini Tanpa Buka Kaca, Teknologi RFID Flo Mulai Diterapkan di Jabodetabek
Mengangkat Warisan Friedrich Silaban Dalam Konteks Transformasi Digital
Berita ini 139 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:30 WIB

Manajemen Botani Square–Hotel Santika Pastikan Limbah Dikelola Sesuai Standard ‎

Rabu, 29 April 2026 - 19:49 WIB

Pembangunan RS Khusus Jantung dan Kanker di Simpang Yasmin Bogor Terus Dikebut, Ditargetkan Rampung 2027

Sabtu, 25 April 2026 - 10:14 WIB

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim Saksikan Studi Analisis Sampah di Situ Gede

Kamis, 23 April 2026 - 08:01 WIB

Dari Gulma Jadi Rupiah: Eceng Gondok Disulap Jadi Produk Kreatif Jelang Triathlon Humbahas 2026

Rabu, 22 April 2026 - 21:30 WIB

Kabupaten Bogor Pelopori Pembangkit Listrik Berbasis Sampah, Tanda Era Baru Pengelolaan Lingkungan

Berita Terbaru