Membangun Desa Mandiri : Strategi Keuangan BUMDES Puspa Harum Sejahtera

- Redaktur

Minggu, 5 Januari 2025 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, JATIM || Sangkakala 7
BUMDes Puspa Harum Sejahtera di Denpasar Barat, Bali, menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan keuangan sektor publik yang baik dapat berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

Sejak didirikan tahun 2018, BUMDes Puspa Harum Sejahtera telah berhasil mengembangkan berbagai unit usaha yang tidak hanya memberikan pendapatan bagi desa, tetapi juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekonomi lokal.

Dalam artikel ini, kita akan membahas pelaksanaan keuangan sektor publik di BUMDes Puspa Harum Sejahtera, serta tantangan dan peluang yang dihadapi.

BUMDes Puspa Harum Sejahtera telah menunjukkan kinerja yang mengesankan dengan total pendapatan mencapai Rp 1.378.553.596 pada tahun 2022.

Modal awal sebesar Rp 143 juta telah berkembang menjadi lebih dari Rp 700 juta dalam waktu singkat, mencerminkan pertumbuhan yang signifikan.

Meskipun begitu, pemantauan dan evaluasi terhadap penggunaan dana tetap penting untuk terus dilakukan agar tidak terjadi kebocoran atau penyimpangan yang dapat merugikan usaha dan masyarakat desa.

Penyusunan anggaran yang realistis dan berbasis data menjadi langkah awal yang penting dalam pelaksanaan keuangan BUMDes. Dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam proses ini, BUMDes dapat memastikan bahwa semua kebutuhan masyarakat terakomodasi dengan baik.

BUMDes Puspa Harum Sejahtera telah berupaya untuk menerapkan transparansi dan akuntabilitas dengan baik.

Laporan keuangan yang disusun secara berkala dan dapat diakses oleh masyarakat menjadi salah satu langkah positif. Hal ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan masyarakat, tetapi juga mendorong partisipasi aktif dalam pengawasan penggunaan anggaran.

Untuk meningkatkan pendapatan, BUMDes Puspa Harum Sejahtera perlu terus berinovasi dan memperluas jenis usaha yang dijalankan.

Selain pengelolaan pasar desa, simpan pinjam, dan jasa parkir, eksplorasi peluang baru seperti penjualan hasil UMKM dan jasa pelayanan secara online dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.

Inovasi dalam produk dan layanan akan membantu menarik lebih banyak pelanggan serta meningkatkan daya saing BUMDes di tengah persaingan dengan usaha swasta lainnya.

Perencanaan keuangan harus mencakup alokasi dana untuk riset pasar dan pengembangan produk agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Secara keseluruhan, pelaksanaan keuangan sektor publik di BUMDes Puspa Harum Sejahtera menunjukkan perkembangan yang positif untuk mencapai tujuan pembangunan desa secara berkelanjutan.

Dengan penyusunan anggaran yang tepat, transparansi laporan keuangan, serta inovasi dalam usaha, BUMDes dapat meningkatkan kinerjanya secara keseluruhan.

Keberhasilan dalam pelaksanaan ini tidak hanya akan berdampak positif bagi perekonomian desa, tetapi juga menjadi model bagi BUMDes lain di Indonesia untuk mengoptimalkan potensi lokal mereka.

Harapan ke depan adalah agar BUMDes Puspa Harum Sejahtera bisa terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan, serta mampu mengatasi tantangan yang ada demi kesejahteraan masyarakat desa.

Penulis :
Chantika Cindy Lestari
Mahasiswa Administrasi Publik
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Penulis.

Facebook Comments Box

Penulis : Chantika Cindy Lestari

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Martabe Goat Farm dan Martabe Chicken Farm, Industri Non-Tambang Penggerak Ekonomi Masyarakat Lokal
MASPEKAL Perkuat Perjuangan Petani Kopi Arabika Lintong
Bupati Humbahas Tinjau Peternakan Ayam Petelur di Lintongnihuta
MASPEKAL Humbahas Sampaikan Surat ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual RI
Presiden Resmikan Operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih, Deli Serdang Siapkan 394 Koperasi
Peresmian Warisan Kopi di Bojong Koneng, Langkah Nyata Dorong Investasi Ramah Lingkungan di Kabupaten Bogor
Panitia HUT ke-14 MASPEKAL Tahun 2026 Resmi Terbentuk
Harga “Minyak Kita” Tembus Rp 22.000 per Kg di Pasar, Jauh di Atas HET
Berita ini 44 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:58 WIB

Martabe Goat Farm dan Martabe Chicken Farm, Industri Non-Tambang Penggerak Ekonomi Masyarakat Lokal

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:48 WIB

MASPEKAL Perkuat Perjuangan Petani Kopi Arabika Lintong

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:27 WIB

Bupati Humbahas Tinjau Peternakan Ayam Petelur di Lintongnihuta

Senin, 18 Mei 2026 - 18:14 WIB

MASPEKAL Humbahas Sampaikan Surat ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual RI

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:37 WIB

Presiden Resmikan Operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih, Deli Serdang Siapkan 394 Koperasi

Berita Terbaru

Pemerintahan

Rakor Kesiapsiagaan Daerah Antisipasi Inflasi dan Dampak El Nino

Senin, 29 Jun 2026 - 23:59 WIB

Pemerintahan

Kolaborasi Pemkab dan TNI Hijaukan Kawasan Bendungan Lau Simeme

Senin, 29 Jun 2026 - 23:50 WIB