Sukabumi Tak Masuk Rute Karnaval Binokasih 2026, Ini Penjelasannya

- Redaktur

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangkakala 7 || Sukabumi, Jabar
Rencana pelaksanaan Karnaval Binokasih 2026 yang akan digelar oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pada awal Mei mendatang menjadi perhatian publik. Salah satu hal yang disorot adalah tidak masuknya wilayah Sukabumi dalam rute kegiatan tersebut. Kamis, 30/04/2026.

‎Keputusan ini bukan tanpa alasan. Karnaval Binokasih diketahui merupakan agenda budaya yang berangkat dari nilai-nilai sejarah Sunda, khususnya yang berpusat di kawasan Sumedang. Nama “Binokasih” sendiri merujuk pada mahkota legendaris Prabu Geusan Ulun, yang menjadi simbol penting dalam sejarah kerajaan Sunda di wilayah tersebut.

‎Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjelaskan bahwa jalur karnaval dirancang mengikuti wilayah-wilayah yang memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah Binokasih. Oleh karena itu, rute kegiatan difokuskan pada daerah-daerah yang secara historis menjadi bagian dari jejak perjalanan dan pengaruh budaya tersebut.

‎Sementara itu, wilayah Sukabumi dinilai tidak memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah Binokasih. Hal inilah yang menjadi dasar utama tidak dimasukkannya Sukabumi dalam rute Karnaval Binokasih 2026.

‎Meski demikian, pemerintah tetap mendorong seluruh daerah di Jawa Barat untuk terus mengembangkan potensi budaya dan sejarah masing-masing. Karnaval Binokasih sendiri diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus promosi budaya Sunda kepada masyarakat luas.

‎Agenda ini juga diproyeksikan menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mengangkat kembali nilai-nilai sejarah lokal, sekaligus memperkuat identitas kearifan budaya Sunda di tengah perkembangan zaman.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Situs Batu Keraton di Puncak Cisarua, Jejak Sejarah yang Tersembunyi di Balik Keindahan Alam
Museum dan Monumen PETA Bogor, Jejak Awal Lahirnya Prajurit TNI
Jejak Peradaban Pajajaran di Lereng Gunung Salak, Warisan Spiritual Leluhur Sunda
Jejak Perjuangan Pertempuran Bojong Kokosan: Inspirasi Abadi untuk Generasi Muda
Dari Kebun Singkong ke Panggung Dunia: Jejak Sejarah Stadion Pakansari
4 Fakta Sejarah Stasiun Bogor, Cagar Budaya Berusia 145 Tahun
Prasasti Batutulis Kota Bogor Diresmikan Usai Revitalisasi, Terintegrasi dengan Museum Pajajaran
Prasasti Cianten, Jejak Abad Kelima yang Akhirnya Terlindungi di Tahun 2025 ‎
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:48 WIB

Sukabumi Tak Masuk Rute Karnaval Binokasih 2026, Ini Penjelasannya

Kamis, 30 April 2026 - 17:20 WIB

Situs Batu Keraton di Puncak Cisarua, Jejak Sejarah yang Tersembunyi di Balik Keindahan Alam

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:22 WIB

Museum dan Monumen PETA Bogor, Jejak Awal Lahirnya Prajurit TNI

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:59 WIB

Jejak Peradaban Pajajaran di Lereng Gunung Salak, Warisan Spiritual Leluhur Sunda

Minggu, 22 Maret 2026 - 15:28 WIB

Jejak Perjuangan Pertempuran Bojong Kokosan: Inspirasi Abadi untuk Generasi Muda

Berita Terbaru