BANDUNG, JABAR || Sangkakala 7
Fenomena kontraktor “panas dingin” dalam proyek pembangunan kembali menjadi sorotan di Jawa Barat. Kontraktor jenis ini kerap tampil agresif saat proses lelang dan awal pengerjaan, namun melemah ketika pengawasan longgar dan target kualitas mulai diabaikan. Menyikapi kondisi tersebut, KDM menggulirkan inisiatif pengawasan berbasis partisipasi warga sebagai langkah memperkuat transparansi dan akuntabilitas proyek. Sabtu, 10/01/2026.
Melalui pendekatan ini, warga tidak lagi hanya menjadi penerima hasil pembangunan, tetapi juga berperan aktif sebagai pengawas lapangan. KDM menilai keterlibatan masyarakat penting untuk memastikan setiap proyek pembangunan Jabar berjalan sesuai spesifikasi, tepat waktu, dan bermanfaat langsung bagi publik.
“Warga adalah mata dan telinga paling dekat dengan proyek. Mereka tahu persis jika ada pekerjaan yang asal-asalan atau tidak sesuai perencanaan,” ujar salah satu perwakilan KDM dalam keterangannya.
Inisiatif lokal KDM ini mendorong warga untuk melaporkan progres proyek, kualitas material, hingga perilaku kontraktor di lapangan. Laporan tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan instansi teknis terkait. Dengan sistem pengawasan warga Jabar yang aktif, kontraktor diharapkan tidak lagi bersikap setengah hati atau hanya mengejar administrasi tanpa kualitas.
Program ini juga memperkuat kerjasama masyarakat dengan pemerintah daerah. Partisipasi warga aktif dinilai mampu menekan potensi penyimpangan anggaran serta meningkatkan rasa memiliki terhadap proyek pembangunan Jabar, mulai dari infrastruktur jalan, drainase, hingga fasilitas publik.
Pengamat kebijakan publik menilai langkah ini sebagai terobosan penting. Transparansi kontraktor tidak cukup hanya mengandalkan pengawasan formal, tetapi perlu dukungan sosial dari masyarakat sekitar proyek. “Ketika warga terlibat, kontraktor akan berpikir dua kali untuk bekerja asal-asalan,” kata pengamat tersebut.
Ke depan, KDM berharap program pengawasan daerah ini dapat menjadi budaya baru dalam pembangunan. Kontraktor dituntut lebih bertanggung jawab, sementara warga diberi ruang untuk berkontribusi langsung dalam menjaga kualitas proyek di wilayahnya masing-masing.
Dengan semangat Bapak aing, KDM mengajak masyarakat Jawa Barat untuk tidak ragu terlibat, melapor, dan mengawal pembangunan demi kepentingan bersama.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








