Kontraktor Panas Dingin: Warga Jadi Pengawas, KDM Dorong Transparansi Proyek di Jabar

- Redaktur

Sabtu, 10 Januari 2026 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, JABAR || Sangkakala 7
Fenomena kontraktor “panas dingin” dalam proyek pembangunan kembali menjadi sorotan di Jawa Barat. Kontraktor jenis ini kerap tampil agresif saat proses lelang dan awal pengerjaan, namun melemah ketika pengawasan longgar dan target kualitas mulai diabaikan. Menyikapi kondisi tersebut, KDM menggulirkan inisiatif pengawasan berbasis partisipasi warga sebagai langkah memperkuat transparansi dan akuntabilitas proyek. Sabtu, 10/01/2026.

Melalui pendekatan ini, warga tidak lagi hanya menjadi penerima hasil pembangunan, tetapi juga berperan aktif sebagai pengawas lapangan. KDM menilai keterlibatan masyarakat penting untuk memastikan setiap proyek pembangunan Jabar berjalan sesuai spesifikasi, tepat waktu, dan bermanfaat langsung bagi publik.

“Warga adalah mata dan telinga paling dekat dengan proyek. Mereka tahu persis jika ada pekerjaan yang asal-asalan atau tidak sesuai perencanaan,” ujar salah satu perwakilan KDM dalam keterangannya.

Inisiatif lokal KDM ini mendorong warga untuk melaporkan progres proyek, kualitas material, hingga perilaku kontraktor di lapangan. Laporan tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan instansi teknis terkait. Dengan sistem pengawasan warga Jabar yang aktif, kontraktor diharapkan tidak lagi bersikap setengah hati atau hanya mengejar administrasi tanpa kualitas.

Program ini juga memperkuat kerjasama masyarakat dengan pemerintah daerah. Partisipasi warga aktif dinilai mampu menekan potensi penyimpangan anggaran serta meningkatkan rasa memiliki terhadap proyek pembangunan Jabar, mulai dari infrastruktur jalan, drainase, hingga fasilitas publik.

Pengamat kebijakan publik menilai langkah ini sebagai terobosan penting. Transparansi kontraktor tidak cukup hanya mengandalkan pengawasan formal, tetapi perlu dukungan sosial dari masyarakat sekitar proyek. “Ketika warga terlibat, kontraktor akan berpikir dua kali untuk bekerja asal-asalan,” kata pengamat tersebut.

Ke depan, KDM berharap program pengawasan daerah ini dapat menjadi budaya baru dalam pembangunan. Kontraktor dituntut lebih bertanggung jawab, sementara warga diberi ruang untuk berkontribusi langsung dalam menjaga kualitas proyek di wilayahnya masing-masing.

Dengan semangat Bapak aing, KDM mengajak masyarakat Jawa Barat untuk tidak ragu terlibat, melapor, dan mengawal pembangunan demi kepentingan bersama.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Bupati dan Wakil Bupati Tapteng Hadiri Puncak Peringatan Hari Pramuka ke-65 Sumatera Utara
Bupati Masinton Pasaribu Harapkan PD DMI Tapteng Jadi Mitra Strategis
Bupati Tapteng Sampaikan Ranperda APBD TA 2027, Fokus Pemulihan Pascabencana dan Ketahanan Daerah
Sidak Tiga Dapur MBG, Bupati Humbahas Pastikan Kualitas dan Keamanan Pangan
468 Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Wirausaha Terdampak Bencana
Sekdakab Tapteng Tutup Lomba Bertutur Tingkat SD/MI
Bupati Tapteng dan Satgas PRR Pusat Tinjau Percepatan Rehabilitasi Pascabencana di Kecamatan Tukka
Wabup Toba Bacakan Pidato Menpora Pada Hari Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Patriotisme dan Empati
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 21:53 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Tapteng Hadiri Puncak Peringatan Hari Pramuka ke-65 Sumatera Utara

Minggu, 1 November 2026 - 21:50 WIB

Bupati Masinton Pasaribu Harapkan PD DMI Tapteng Jadi Mitra Strategis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bupati Tapteng Sampaikan Ranperda APBD TA 2027, Fokus Pemulihan Pascabencana dan Ketahanan Daerah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:42 WIB

Sidak Tiga Dapur MBG, Bupati Humbahas Pastikan Kualitas dan Keamanan Pangan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:29 WIB

468 Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Wirausaha Terdampak Bencana

Berita Terbaru