Kab. Toba, Sumut || Sangkakala 7
Hujan deras pada Kamis (08/01/2026) sore menyebabkan banjir di sejumlah titik di Kota Balige, Kabupaten Toba. Menyikapi banjir tersebut, Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus didampingi Pj. Sekda Toba Paber Napitupulu, Plt. Kadis PUTR, Asisten, Staf Ahli Bupati dan sejumlah pimpinan OPD turun langsung ke lapangan untuk meninjau penyebab banjir pada Jumat (9/1/2026), Drainase pembuangan akhir tersebut terlihat memiliki ukuran yang relatif sempit, dengan lebar sekitar 30 sentimeter.
Kondisi ini menyebabkan kapasitas aliran air menjadi sangat terbatas, terutama saat intensitas hujan tinggi. Selain itu, di atas saluran drainase tersebut telah berdiri bangunan milik masyarakat, yang semakin memperkecil daya tampung dan menghambat kelancaran aliran air, sehingga berpotensi memicu terjadinya genangan hingga banjir di kawasan sekitarnya.
” Kita sudah temukan bahwa pembuangan air ke Danau Toba di Jl. Siliwangi, di atas parit yang selama ini bisa menerima air dari kota ada bangunan masyarakat, debit air yang dari kota itu besar, drainase juga besar tetapi saat akan keluar ke Danau Toba paritnya hampir kurang dari 30 Cm lebarnya,” sebut Wakil Bupati disela peninjauan.
“Akhirnya air yang datang dari kota meluap di sekitaran Jl. Siliwangi, kemudian juga di Lapangan RBO hingga ke depan kantor Dinas PMDPPA,” kata Wakil Bupati.
“Kita sudah temukan bahwa pembuangan air ke Danau Toba di Jl. Siliwangi, di atas parit yang selama ini bisa menerima air dari kota ada bangunan masyarakat, debit air yang dari kota itu besar, drainase juga besar tetapi saat akan keluar ke Danau Toba paritnya hampir kurang dari 30 Cm lebarnya,” sebut Wakil Bupati disela peninjauan.
“Akhirnya air yang datang dari kota meluap di sekitaran Jl. Siliwangi, kemudian juga di Lapangan RBO hingga ke depan kantor Dinas PMDPPA,” kata Wakil Bupati melanjutkan.
” Dampak lain yang ditemukan adalah banyaknya titik lubang air ke dalam drainase yang tertutup serta sampah dan bebatuan kecil yang menumpuk di dalam drainase. Hal ini juga menjadi penyebab banjir karena daya tampung drainase yang semakin menyempit,” tambahnya.
“Kita tadi lihat di dalam drainase banyak sampah plastik, termasuk juga kulit durian. Jadi kita imbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, sebab yang menerima dampaknya adalah kita,” imbau Wakil Bupati usai meninjau sejumlah drainase di Kota Balige.
Penulis : Ramli Hutapea
Editor : Priyatna










