Adikarya Parlemen :
Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra H. Irpan Haeroni, SM.
Kabupaten Bekasi || Sangkakala 7
Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra H. Irpan Haeroni, SM menjelaskan, situs cagar budaya hanya berfungsi sebagai lokasi wisata pasif, namun minim aktivitas ekonomi kreatif yang jauh dari sentuhan strategi promosi modern. Minggu, 11/01/2026.
Tanpa pembiayaan dan narasi yang kuat, cagar budaya berisiko menjadi monumen beku, karena hanya dikunjungi sesekali, tetapi tidak dapat menggerakkan roda ekonomi warga sekitar.
Banyak kawasan cagar budaya tidak memiliki strategi storytelling, branding, maupun integrasi dengan subsektor ekonomi kreatif.
Kelestarian cagar budaya di Tanah Jawa Barat berada dalam kondisi mengkhawatirkan, seiring terancamnya cagar budaya yang telah berusia ratusan tahun akibat aktivitas ekonomi.
Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat dari Dapil IX Kabupaten Bekasi, H. Irpan Haeroni, SM menegaskan, hancurnya cagar budaya bukan sekadar persoalan fisik bangunan, melainkan juga menyangkut hilangnya identitas nilai sejarah bangsa, tegasnya.
Irpan berharap agar pemerintah melakukan pendekatan pelestarian yang lebih kreatif dan berkelanjutan untuk mengelola simbol dan narasi budaya sebagai daya tarik wisata tanpa merusak warisan aslinya.
Ironis, ribuan wisatawan Indonesia memilih terbang ke luar negeri, sementara situs budaya di cagar budaya tanpa sokongan negara.
Negara lain bisa mengelola cerita, simbol, dan ruang publik menjadi destinasi wisata yang hidup. Sementara di kita berbanding terbalik, sering mengorbankan cagar budaya yang asli.
Penulis : R-001
Editor : Priyatna








