Kolaborasi Antara Pemerintah, Industri, dan Lembaga Pendidikan yang Kuat dan Berkelanjutan, Mencetak Tenaga Kerja Kompeten dan Siap Kerja

- Redaktur

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adikarya Parlemen :
H.Irpan Haeroni,SE Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat.

Kabupaten Bekasi || Sangkakala 7
Ketersediaan lapangan kerja di Kabupaten Bekasi sudah menjadi hal yang klasik di sektor ketenagakerjaan. Hal ini jelas terlihat, tidak seimbangnya antara permintaan dan penawaran tenaga kerja yang ada. Kemudian, laju pertumbuhan penduduk tidak berimbang dengan percepatan pertumbuhan lapangan pekerjaan.

Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat H.Irpan Haeroni,SE mengatakan, masalah ketenagakerjaan yang dihadapi saat ini di Kabupaten Bekasi adalah rendahnya kualitas tenaga kerja. Faktor Utama yang menyebabkan rendahnya kualitas tenaga kerja, salahsatunya adalah tingkat pendidikan, Jumat (06/02/2026).

Ada beberapa orang yang tingkat pendidikannya rendah, tetapi bisa menyeimbangkan kemampuan dan keahliannya dengan mereka yang sarjana, hal tersebut bisa terjadi karena faktor kerja keras, bisa dengan belajar otodidak atau mengikuti kursus.

Pekerja yang pendidikannya rendah akan berusaha sekuat tenaga untuk belajar di berbagai hal, agar pengetahuan dan keahliannya meningkat.

Politisi dari Partai Gerindra menjelaskan, melonjaknya jumlah penduduk menyebabkan terjadinya kenaikan permintaan akan lapangan kerja.

Banyak tenaga kerja lokal yang bisa diserap di kawasan industri, salah satunya dengan mengikuti program pemagangan dan pelatihan yang disiapkan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bekasi.

“Ya, dengan mengikuti pelatihan dan pemagangan, mereka jadi punya skill yang memang dibutuhkan oleh perusahaan, sehingga lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan,” kata Irpan.

Untuk peningkatan serapan tenaga kerja lokal dan memperluas peluang kerja, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat H. Irpan Haeroni.SM, mendorong kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan antara pemerintah, perusahaan (Dunia Usaha Dunia Industri/DUDI), dan lembaga pendidikan (Triple Helix) untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan siap kerja.

Facebook Comments Box

Penulis : R-001

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Reses Ke-4 Anggota DPRD Provinsi Sulteng Mahfud Masuara SH, Di Sambut Hangat Masyarakat Desa Sipi
DPRD Toba Setujui Dua Ranperda Menjadi Peraturan Daerah l
Pandangan Umum Fraksi DPRD Toba atas Dua Ranperda Usulan Eksekutif
Rapat Paripurna DPRD Toba, Penyampaian Hasil Pelaksanaan Reses II TA 2026
Baleg DPR RI Laksanakan Kunjungan Kerja Reses ke Kabupaten Toba
DPRD Setujui LKPJ Bupati Deli Serdang Tahun Anggaran 2025
Komisi V DPRD Jabar Respons Desakan 34 Ormas, Perda OPSM Ditarget Masuk Prioritas 2026
DPRD Kabupaten Toba Sampaikan Rekomendasi terhadap LKPj Bupati TA 2025
Berita ini 21 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:33 WIB

Reses Ke-4 Anggota DPRD Provinsi Sulteng Mahfud Masuara SH, Di Sambut Hangat Masyarakat Desa Sipi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:09 WIB

DPRD Toba Setujui Dua Ranperda Menjadi Peraturan Daerah l

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:38 WIB

Pandangan Umum Fraksi DPRD Toba atas Dua Ranperda Usulan Eksekutif

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:24 WIB

Rapat Paripurna DPRD Toba, Penyampaian Hasil Pelaksanaan Reses II TA 2026

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:50 WIB

Baleg DPR RI Laksanakan Kunjungan Kerja Reses ke Kabupaten Toba

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pemkab Tapteng Salurkan Bantuan untuk Warga Penyandang Disabilitas

Selasa, 28 Jul 2026 - 22:27 WIB