Adikarya Parlemen :
H.Irpan Haeroni,SE Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat.
Kabupaten Bekasi || Sangkakala 7
Ketersediaan lapangan kerja di Kabupaten Bekasi sudah menjadi hal yang klasik di sektor ketenagakerjaan. Hal ini jelas terlihat, tidak seimbangnya antara permintaan dan penawaran tenaga kerja yang ada. Kemudian, laju pertumbuhan penduduk tidak berimbang dengan percepatan pertumbuhan lapangan pekerjaan.
Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat H.Irpan Haeroni,SE mengatakan, masalah ketenagakerjaan yang dihadapi saat ini di Kabupaten Bekasi adalah rendahnya kualitas tenaga kerja. Faktor Utama yang menyebabkan rendahnya kualitas tenaga kerja, salahsatunya adalah tingkat pendidikan, Jumat (06/02/2026).
Ada beberapa orang yang tingkat pendidikannya rendah, tetapi bisa menyeimbangkan kemampuan dan keahliannya dengan mereka yang sarjana, hal tersebut bisa terjadi karena faktor kerja keras, bisa dengan belajar otodidak atau mengikuti kursus.
Pekerja yang pendidikannya rendah akan berusaha sekuat tenaga untuk belajar di berbagai hal, agar pengetahuan dan keahliannya meningkat.
Politisi dari Partai Gerindra menjelaskan, melonjaknya jumlah penduduk menyebabkan terjadinya kenaikan permintaan akan lapangan kerja.
Banyak tenaga kerja lokal yang bisa diserap di kawasan industri, salah satunya dengan mengikuti program pemagangan dan pelatihan yang disiapkan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bekasi.
“Ya, dengan mengikuti pelatihan dan pemagangan, mereka jadi punya skill yang memang dibutuhkan oleh perusahaan, sehingga lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan,” kata Irpan.
Untuk peningkatan serapan tenaga kerja lokal dan memperluas peluang kerja, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat H. Irpan Haeroni.SM, mendorong kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan antara pemerintah, perusahaan (Dunia Usaha Dunia Industri/DUDI), dan lembaga pendidikan (Triple Helix) untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan siap kerja.
Penulis : R-001
Editor : Priyatna








