Aktivitas Ngabuburit di Sekitar Jembatan Universitas Pakuan, Picu Kemacetan di Kota Bogor ‎

- Redaktur

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Siuasi terkini, Deretan Pedagang Kaki Lima (PKL) menjajakan aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa, di sekitar Jembatan Universitas Pakuan, Kota Bogor. (Sangkakala 7/Ist). (Selasa, 03/03/2026).

Kota Bogor, Jabar || Sangkakala 7
Aktivitas ngabuburit di sekitar Jembatan Universitas Pakuan, Kota Bogor, kembali menjadi sorotan. Deretan pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa sempat dilarang oleh Pemerintah Kota Bogor karena dinilai memicu kemacetan kendaraan di jam-jam sibuk menjelang Maghrib. Selasa, 03/03/2026.

‎Sejak awal Ramadan, kawasan jembatan yang menjadi akses utama mahasiswa dan warga tersebut dipadati pedagang musiman. Mereka memanfaatkan momentum ngabuburit untuk meraih keuntungan. Namun, kondisi ini berdampak pada penyempitan badan jalan akibat parkir kendaraan pembeli yang memadati sisi kiri dan kanan jalan.

‎Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar lokasi kerap tersendat, terutama pada pukul 16.30 hingga 18.00 WIB. Pengendara roda dua maupun roda empat harus melambat bahkan berhenti karena antrean panjang kendaraan.

‎Pemerintah Kota Bogor melalui petugas Satpol PP sempat melakukan penertiban dan memberikan imbauan agar pedagang tidak berjualan di atas jembatan maupun bahu jalan. Penertiban dilakukan demi menjaga ketertiban umum serta kelancaran lalu lintas.

‎“Penataan ini dilakukan agar tidak terjadi kemacetan dan demi keselamatan bersama, baik pedagang maupun pengguna jalan,” ujar salah satu petugas di lokasi.

‎Meski demikian, sejumlah pedagang berharap ada solusi alternatif berupa relokasi atau penataan zona khusus agar mereka tetap bisa berjualan tanpa mengganggu lalu lintas. Menurut mereka, momen Ramadan menjadi waktu penting untuk meningkatkan pendapatan harian.

‎Sementara itu, warga sekitar mengaku memahami kebutuhan ekonomi para pedagang, namun tetap berharap ada pengaturan yang tegas agar kemacetan tidak semakin parah.

‎Pemerintah Kota Bogor pun dikabarkan tengah mengkaji kemungkinan penyediaan lokasi sementara bagi PKL selama bulan Ramadan, sehingga aktivitas ngabuburit tetap berjalan, namun lalu lintas di sekitar Universitas Pakuan tetap tertib dan lancar.

Facebook Comments Box

Penulis : TIM

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Pewarta Foto Indonesia Gelar APFI 2026 di Cibinong, Jadi Ruang Apresiasi dan Penguat Solidaritas Jurnalisme Visual
Tragedi Tata Kelola Perumda Mual Na Tio, Mengurai Benang Kusut Cacat Hukum, Nepotisme dan Penyalahgunaan Wewenang
Dosen Praktisi UNITA, Benyamin Nababan, SH., SPd.,MM : Tantangan Pengelolaan SDM Di Era Transformasi Digital
Menolak Pasien Gawat Darurat adalah Kejahatan Kemanusiaan
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:13 WIB

Pewarta Foto Indonesia Gelar APFI 2026 di Cibinong, Jadi Ruang Apresiasi dan Penguat Solidaritas Jurnalisme Visual

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:46 WIB

Aktivitas Ngabuburit di Sekitar Jembatan Universitas Pakuan, Picu Kemacetan di Kota Bogor ‎

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:25 WIB

Tragedi Tata Kelola Perumda Mual Na Tio, Mengurai Benang Kusut Cacat Hukum, Nepotisme dan Penyalahgunaan Wewenang

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:00 WIB

Dosen Praktisi UNITA, Benyamin Nababan, SH., SPd.,MM : Tantangan Pengelolaan SDM Di Era Transformasi Digital

Kamis, 8 Januari 2026 - 14:20 WIB

Menolak Pasien Gawat Darurat adalah Kejahatan Kemanusiaan

Berita Terbaru

Pemerintahan

Wakil Bupati Tapteng Lantik Dewan Hakim MTQ ke-51 Tahun 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 10:34 WIB

Pemerintahan

Presiden RI dan Bupati Humbahas Serahkan Bantuan Qurban

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:24 WIB