Foto : Siuasi terkini, Deretan Pedagang Kaki Lima (PKL) menjajakan aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa, di sekitar Jembatan Universitas Pakuan, Kota Bogor. (Sangkakala 7/Ist). (Selasa, 03/03/2026).
Kota Bogor, Jabar || Sangkakala 7
Aktivitas ngabuburit di sekitar Jembatan Universitas Pakuan, Kota Bogor, kembali menjadi sorotan. Deretan pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa sempat dilarang oleh Pemerintah Kota Bogor karena dinilai memicu kemacetan kendaraan di jam-jam sibuk menjelang Maghrib. Selasa, 03/03/2026.
Sejak awal Ramadan, kawasan jembatan yang menjadi akses utama mahasiswa dan warga tersebut dipadati pedagang musiman. Mereka memanfaatkan momentum ngabuburit untuk meraih keuntungan. Namun, kondisi ini berdampak pada penyempitan badan jalan akibat parkir kendaraan pembeli yang memadati sisi kiri dan kanan jalan.
Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar lokasi kerap tersendat, terutama pada pukul 16.30 hingga 18.00 WIB. Pengendara roda dua maupun roda empat harus melambat bahkan berhenti karena antrean panjang kendaraan.
Pemerintah Kota Bogor melalui petugas Satpol PP sempat melakukan penertiban dan memberikan imbauan agar pedagang tidak berjualan di atas jembatan maupun bahu jalan. Penertiban dilakukan demi menjaga ketertiban umum serta kelancaran lalu lintas.
“Penataan ini dilakukan agar tidak terjadi kemacetan dan demi keselamatan bersama, baik pedagang maupun pengguna jalan,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Meski demikian, sejumlah pedagang berharap ada solusi alternatif berupa relokasi atau penataan zona khusus agar mereka tetap bisa berjualan tanpa mengganggu lalu lintas. Menurut mereka, momen Ramadan menjadi waktu penting untuk meningkatkan pendapatan harian.
Sementara itu, warga sekitar mengaku memahami kebutuhan ekonomi para pedagang, namun tetap berharap ada pengaturan yang tegas agar kemacetan tidak semakin parah.
Pemerintah Kota Bogor pun dikabarkan tengah mengkaji kemungkinan penyediaan lokasi sementara bagi PKL selama bulan Ramadan, sehingga aktivitas ngabuburit tetap berjalan, namun lalu lintas di sekitar Universitas Pakuan tetap tertib dan lancar.
Penulis : TIM
Editor : Priyatna








