Pipa TPT Panatapan Desa Sosorgonting Diduga “Dimakan Rayap Besi”, Kondisi Rusak Jadi Sorotan

- Redaktur

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangkakala7.tv, Doloksanggul
Kondisi infrastruktur di kawasan Panatapan, Desa Sosorgonting, Kabupaten Humbang Hasundutan, menjadi sorotan setelah ditemukannya kerusakan pada bagian pipa dan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang diduga mengalami kerusakan parah. Bahkan, muncul dugaan material besi sepanjang lebih kurang 3 meter pada konstruksi tersebut “dimakan rayap”, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan pengguna jalan, Rabu (18/03/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan adanya lubang cukup besar di bawah struktur penahan, tepat di sisi jalan yang dilengkapi pagar pengaman. Tanah di bagian bawah tampak terkikis, sementara pipa yang seharusnya menopang aliran air terlihat tidak berfungsi optimal. Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa struktur tersebut sudah tidak lagi kokoh.

Sejumlah warga menyebutkan bahwa kerusakan ini sudah mulai terlihat sejak beberapa waktu terakhir, namun hingga kini belum ada penanganan serius dari pihak terkait. Mereka khawatir, jika dibiarkan, kondisi ini dapat membahayakan pengguna jalan, terutama pada saat musim hujan yang berpotensi memperparah longsor.

“Kalau dibiarkan terus, ini bisa amblas lebih besar. Apalagi ini jalur yang sering dilalui masyarakat,” ujar salah satu warga di sekitar lokasi.

Istilah “dimakan rayap besi” yang beredar di tengah masyarakat menggambarkan kekecewaan terhadap kondisi material yang dinilai tidak tahan lama. Dugaan ini mengarah pada kemungkinan penggunaan bahan yang kurang berkualitas atau tidak sesuai standar dalam pembangunan.

Selain itu, faktor alam seperti erosi dan aliran air yang tidak terkelola dengan baik juga diduga turut mempercepat kerusakan struktur. Minimnya sistem drainase yang memadai membuat air terus menggerus tanah di bawah TPT hingga akhirnya menyebabkan rongga besar.

Kondisi ini menegaskan pentingnya pengawasan dalam setiap proyek pembangunan infrastruktur, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan. Tanpa pengawasan yang ketat, kerusakan dini seperti ini berpotensi terus terjadi dan merugikan masyarakat.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan pengecekan langsung serta perbaikan secepatnya. Penanganan yang cepat dinilai penting guna mencegah kerusakan yang lebih parah sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan.

Selain itu, warga juga meminta agar dilakukan evaluasi terhadap kualitas pekerjaan proyek, termasuk penggunaan material dan sistem pengerjaan, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti kerusakan maupun rencana perbaikan di lokasi tersebut.
Polemik ini pun menjadi perhatian masyarakat luas, yang berharap adanya transparansi dan tanggung jawab dari pihak pelaksana proyek serta instansi terkait, demi terciptanya pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Facebook Comments Box

Penulis : KB-061

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎
5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong
Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan, Warga Duga Aktivitas PETI Buol
Galian Pasir di Purba Baringin Diduga Tak Berizin, Warga Minta Pemkab Humbahas Turun Tangan
Babi Mati Dibuang ke Sungai, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Langkahnya Tak Sempurna, Tanggung Jawabnya Tetap Utuh Kisah Paskibraka Tarabintang
Sungai Meluap, Banjir Rendam Jalan Trans Sulawesi dan Permukiman Warga di Sendana
Kebakaran Melanda Areal Masyarakat Blok 06A Tebo, Berjarak 100 Meter Dari Areal PT TPIL
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:46 WIB

Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:41 WIB

5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan, Warga Duga Aktivitas PETI Buol

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Galian Pasir di Purba Baringin Diduga Tak Berizin, Warga Minta Pemkab Humbahas Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:59 WIB

Babi Mati Dibuang ke Sungai, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Berita Terbaru

Pemerintahan

Percepat Sertifikasi Halal, Bupati Humbahas Perkuat UMKM Lokal

Kamis, 10 Sep 2026 - 21:33 WIB

Pemerintahan

BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN TINJAU PENYALURAN AIR BERSIH

Kamis, 10 Sep 2026 - 21:16 WIB