BPBD Kabupaten Bekasi Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem Jelang Musim Kemarau 2026

- Redaktur

Kamis, 16 April 2026 - 22:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi, Jabar || Sangkakala 7
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, meskipun wilayah Kabupaten Bekasi diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada periode April hingga Juni 2026.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026.
“Secara prediksi kita mulai memasuki musim kemarau, namun kondisi di lapangan saat ini masih terdapat hujan di sejumlah wilayah. Karena itu masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini Kabupaten Bekasi masih berstatus siaga darurat bencana berdasarkan Keputusan Bupati Bekasi Nomor 100.3.3.2/Kep.508-BPBD/2025 yang berlaku hingga 30 April 2026. Status tersebut mencakup potensi banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, abrasi, hingga tanah longsor.

Menurut Dodi, kondisi peralihan musim seperti saat ini berpotensi memicu berbagai bencana, sehingga kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah perlu terus ditingkatkan.
Sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, BPBD mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, menghemat pemakaian, serta segera memperbaiki kebocoran. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah guna mencegah risiko kebakaran.

Di sektor pertanian, masyarakat didorong untuk beradaptasi dengan menggunakan varietas tanaman tahan kekeringan, mengatur jadwal tanam, serta mengoptimalkan pengelolaan sumber air. Selain itu, warga diimbau menjaga kelestarian lingkungan dengan mempertahankan vegetasi dan aktif dalam kegiatan pelestarian.

Dalam aspek kesehatan, masyarakat diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan guna menghindari penyakit akibat debu serta memastikan ketersediaan air bersih.

Tak kalah penting, masyarakat juga diminta untuk rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.
“Langkah-langkah ini penting untuk mengurangi risiko kekeringan serta menjaga ketahanan air dan pangan di tengah perubahan musim,” tambahnya.

Imbauan ini merupakan tindak lanjut dari arahan BPBD Provinsi Jawa Barat yang meminta seluruh pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Melalui upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap masyarakat semakin siap menghadapi dinamika cuaca serta memperkuat ketahanan daerah terhadap potensi bencana, baik pada masa peralihan maupun saat puncak musim kemarau.

Facebook Comments Box

Penulis : R-001

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Investor Diharapkan Dukung Pemulihan Air Bersih Lintongnihuta, Warga Diajak Jaga Kondusivitas
Bupati Humbahas Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Generasi Patriotik dan Berempati
Bupati Humbahas Tinjau Pembangunan Air Baku di Paranginan, 80 KK Belum Terlayani
Humbahas Susun Rencana Aksi Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Lokal, Indeks Ketahanan Pangan Turun pada 2025
dr. Henry Romulo Manalu Gantikan dr. Tiar di RSUD Doloksanggul, Apa Alasan Pergantiannya?
Bupati Humbahas Lantik Pejabat Administrator dan Fungsional, Kinerja ASN Akan Dievaluasi
Kejar Piutang Pajak Hampir Rp600 Miliar, Pemkot Bogor Lantik Delapan Juru Sita Pajak Daerah
Pemkab Humbahas Sosialisasikan Anti-Korupsi, Hasil SPI 2025 Jadi Sorotan
Berita ini 23 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:18 WIB

Investor Diharapkan Dukung Pemulihan Air Bersih Lintongnihuta, Warga Diajak Jaga Kondusivitas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:13 WIB

Bupati Humbahas Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Generasi Patriotik dan Berempati

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Bupati Humbahas Tinjau Pembangunan Air Baku di Paranginan, 80 KK Belum Terlayani

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Humbahas Susun Rencana Aksi Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Lokal, Indeks Ketahanan Pangan Turun pada 2025

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:42 WIB

dr. Henry Romulo Manalu Gantikan dr. Tiar di RSUD Doloksanggul, Apa Alasan Pergantiannya?

Berita Terbaru