Humbahas Susun Rencana Aksi Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Lokal, Indeks Ketahanan Pangan Turun pada 2025

- Redaktur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Humbahas, Sumut || Sangkakala 7
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menyusun Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (RAD-PGBPSDL) melalui rapat konsultasi publik yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat, Selasa (27/10/2026).

Rapat tersebut membahas arah kebijakan pangan dan gizi daerah, termasuk pemanfaatan komoditas unggulan lokal, peningkatan kualitas konsumsi pangan, serta percepatan penurunan stunting.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Humbang Hasundutan, Martogi Purba, yang mewakili Bupati Humbahas, mengatakan konsultasi publik penting untuk memastikan rencana aksi disusun secara terarah, terukur, dan dapat dilaksanakan.

Menurutnya, dokumen RAD-PGBPSDL diharapkan tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi pedoman bersama dalam memperkuat ketahanan pangan dan memperbaiki kualitas gizi masyarakat.

Penyusunan rencana aksi tersebut, jelasnya, sejalan dengan arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, terutama terkait swasembada pangan, penurunan stunting, diversifikasi pangan lokal, dan dukungan terhadap program makan bergizi.

Indeks Ketahanan Pangan Turun
Dalam pemaparannya, Martogi menyampaikan bahwa Indeks Ketahanan Pangan Kabupaten Humbang Hasundutan tercatat sebesar 81,16 pada 2024 dan 79,03 pada 2025. Sementara itu, Skor Pola Pangan Harapan mencapai 83,90.

Data tersebut menunjukkan adanya penurunan Indeks Ketahanan Pangan sebesar 2,13 poin dari 2024 ke 2025. Meski demikian, penilaian terhadap kondisi ketahanan pangan daerah perlu mempertimbangkan indikator, metodologi, serta faktor yang memengaruhi perubahan angka tersebut.

Martogi menyebut Humbahas memiliki potensi sumber daya lokal yang dapat dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada sektor hortikultura, komoditas unggulan yang disebutkan antara lain cabai, bawang merah, bawang putih, dan kentang.

Sektor tanaman pangan mencakup padi dan jagung, sedangkan sektor perkebunan memiliki komoditas kopi, kemenyan, dan andaliman.

Menurutnya, potensi tersebut perlu dikembangkan tidak hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah, memperkuat hilirisasi produk lokal, dan mendorong pola konsumsi pangan yang lebih beragam.

Diversifikasi Pangan dan Penurunan Stunting
Sejumlah tantangan turut menjadi perhatian dalam penyusunan rencana aksi, antara lain pola konsumsi masyarakat yang belum sepenuhnya beragam, ketergantungan pada jenis pangan tertentu, ancaman perubahan iklim terhadap produksi pertanian, serta kebutuhan mempercepat penurunan stunting secara terintegrasi.

Karena itu, arah kebijakan yang didorong mencakup peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan pangan lokal bergizi, diversifikasi konsumsi, serta penguatan intervensi gizi spesifik dan sensitif.

Martogi juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh perangkat daerah agar program pangan dan gizi tidak berjalan sendiri-sendiri.

Pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat diharapkan ikut berperan dalam pelaksanaan program.
“Produk-produk unggulan daerah harus mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat komitmen dan kerja sama untuk mewujudkan Kabupaten Humbang Hasundutan yang mandiri pangan, sehat, dan sejahtera melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal.

Rapat konsultasi publik tersebut menjadi bagian dari proses penyusunan rencana aksi.

Tahap berikutnya perlu memastikan bahwa arah kebijakan diterjemahkan menjadi program, target, pembagian tanggung jawab, serta indikator keberhasilan yang dapat dievaluasi.

Facebook Comments Box

Penulis : Charles Sihombing

Editor : Priyatna

Berita Terkait

dr. Henry Romulo Manalu Gantikan dr. Tiar di RSUD Doloksanggul, Apa Alasan Pergantiannya?
Bupati Humbahas Lantik Pejabat Administrator dan Fungsional, Kinerja ASN Akan Dievaluasi
Kejar Piutang Pajak Hampir Rp600 Miliar, Pemkot Bogor Lantik Delapan Juru Sita Pajak Daerah
Pemkab Humbahas Sosialisasikan Anti-Korupsi, Hasil SPI 2025 Jadi Sorotan
Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Batutulis Mulai Diuji Coba 27 Oktober, Dua Jalur Dibuka
Jalan MA Salmun Pasar Anyar Bogor Resmi Ditutup, Pembangunan JPO Dimulai ‎
Desa Siponjot Humbahas Diusulkan Jadi Kampung Kreatif Sumut Berkah, BUMDes Kelola 1.080 Ayam Petelur
Bupati Toba Sampaikan Proposal Potensi Daerah kepada BKSAP DPR RI, Bidik Pasar Internasional
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Humbahas Susun Rencana Aksi Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Lokal, Indeks Ketahanan Pangan Turun pada 2025

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:42 WIB

dr. Henry Romulo Manalu Gantikan dr. Tiar di RSUD Doloksanggul, Apa Alasan Pergantiannya?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Bupati Humbahas Lantik Pejabat Administrator dan Fungsional, Kinerja ASN Akan Dievaluasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:33 WIB

Kejar Piutang Pajak Hampir Rp600 Miliar, Pemkot Bogor Lantik Delapan Juru Sita Pajak Daerah

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:29 WIB

Pemkab Humbahas Sosialisasikan Anti-Korupsi, Hasil SPI 2025 Jadi Sorotan

Berita Terbaru