Kabupaten Bekasi, Jabar || Sangkakala 7
Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat berkomitmen untuk terus memperkuat perekonomian pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sektor perikanan melalui kegiatan bazar produk olahan ikan yang diikuti puluhan usaha binaan pemerintah daerah setempat.
“Kabupaten Bekasi memiliki wilayah pesisir yang cukup luas mencakup Kecamatan Muaragembong, Tarumajaya, Babelan hingga Cabangbungin. Potensi hasil perikanan tinggi dan ini yang kami manfaatkan,” kata Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi Yulia Legiana di Pasar Majong bazar produk olahan ikan Cikarang, Senin.
Ia menjelaskan hasil perikanan yang didapat dari tangkapan nelayan dimanfaatkan dengan cara diolah agar tidak hanya dijual dalam bentuk ikan maupun fauna laut segar lain namun didorong menjadi beragam produk olahan yang menarik dan bernilai ekonomi lebih tinggi.
Proses pengolahan hasil tangkapan nelayan itu melibatkan sejumlah pelaku UMKM binaan pemerintah daerah. Produk-produk mereka dipamerkan dan diperjualbelikan dalam kegiatan bazar yang dipusatkan di kompleks perkantoran Pemkab Bekasi sebagai sarana promosi produk hasil laut.
“Kegiatan ini sebagai salah satu upaya kami memperkuat perekonomian para pelaku UMKM produk olahan ikan sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat,” katanya.
Baca juga: Pemkab Bekasi fasilitasi bazar UMKM perkuat promosi produk olahan ikan
Yulia menyatakan bazar produk olahan ikan merupakan agenda rutin yang digelar setiap bulan. Bahkan pada momentum tertentu seperti Ramadhan, frekuensinya ditingkatkan hingga tiga kali dalam sebulan. Kegiatan ini sekaligus bagian dari kampanye gerakan gemar makan ikan (Gemarikan).
Menurut dia bazar ini tidak hanya bertujuan meningkatkan daya saing pelaku UMKM sektor perikanan tetapi juga menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah menekan angka stunting melalui peningkatan konsumsi protein ikan bagi masyarakat.
Saat ini terdapat 20 pelaku UMKM binaan yang telah berkolaborasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi. Jumlah tersebut diproyeksikan terus bertambah seiring peningkatan minat masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis hasil perikanan.
Selain pembinaan perizinan, pihaknya juga secara rutin memberikan pelatihan kepada kelompok PKK dan masyarakat desa mengenai teknik pengolahan ikan, pembuatan produk yang sehat dan menarik hingga strategi pemasaran.
“Jadi bukan hanya konsumsi ikan untuk keluarga tetapi juga bisa memperoleh tambahan penghasilan melalui usaha olahan perikanan. Beragam produk telah dihasilkan pelaku UMKM binaan kami seperti otak-otak, pempek, nugget ikan hingga roti abon yang kini tengah dalam proses perizinan untuk dipasarkan secara lebih luas,” ucapnya.
Ketua kelompok pengolah dan pemasar (Poklahsar) Bekasi sekaligus pelaku UMKM olahan ikan Ahmad Sodikin mengatakan kegiatan bazar menjadi sarana efektif untuk mendekatkan produk kepada masyarakat sekaligus mengajak keluarga membiasakan konsumsi ikan sejak dini.
“Ikan itu murah dan bergizi. Melalui berbagai produk olahan seperti pempek, dimsum, kebab ikan, nugget hingga otak-otak, kami ingin anak-anak dan masyarakat semakin tertarik mengonsumsi ikan,” ujarnya.
Menurut Ahmad diversifikasi produk menjadi solusi agar masyarakat tidak bosan konsumsi ikan dalam bentuk biasa. Dengan tampilan jauh lebih menarik, berbagai olahan tersebut mampu meningkatkan minat konsumsi, khususnya bagi anak-anak.
Selain menawarkan harga lebih terjangkau dibanding pasar umum, produk yang dijual dalam bazar olahan perikanan ini juga telah melalui pembinaan dan memiliki standar kebersihan yang lebih terjamin.
“Melalui kegiatan ini, harapannya konsumsi ikan masyarakat terus meningkat, angka stunting dapat ditekan serta sektor UMKM perikanan seperti kami bisa semakin tumbuh sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah,” kata dia.
Penulis : Devan
Editor : Priyatna







