Adikarya Parlemen:
H. Irpan Haeroni.SM, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat.
Kabupaten Bekasi, Jabar || Sangkakala 7
Seiring berjalannya waktu dan semakin kuatnya pengaruh globalisasi, banyak nilai-nilai tradisional yang mulai terkikis. Di kota-kota besar, budaya lokal sering dianggap kurang relevan dan lebih banyak ditinggalkan demi mengikuti tren atau gaya hidup modern.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat H. Irpan Haeroni. SM mengatakan, pelestarian budaya warisan leluhur harus tetap dijaga, dilindungi, dan mengembangkan nilai luhur, adat istiadat, bahasa, serta seni tradisi agar tetap hidup, dinamis, serta dapat diwariskan kepada generasi penerus. Tujuan pelestarian budaya untuk mempertahankan ciri khas dan jati diri suatu kelompok atau bangsa.
Dalam menghadapi tantangan globalisasi, generasi muda harus bijak dalam memilih apa yang sebaiknya di pertahankan dan apa yang bisa di adaptasi tanpa kehilangan jati diri.
Melestarikan budaya daerah seperti belajar menari daerah atau memainkan alat musik tradisional, menggunakan bahasa daerah di rumah, mengenakan pakaian adat saat acara penting, dan mempromosikan makanan khas serta kesenian lokal di media sosial, ujar Irpan di Perumahan Bhagasasih, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi. Sabtu 15/08/2026.
Budaya lokal juga memuat nilai luhur, kearifan lokal untuk kehidupan, serta potensi ekonomi yang memperkuat persatuan di tengah kemajuan zaman.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat H. Irpan Haeroni. SM menegaskan, globalisasi membawa banyak perubahan positif, dengan adanya teknologi internet bisa dengan mudah mengenal kebudayaan negara lain, berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia, serta mengakses berbagai pengetahuan yang sebelumnya sulit didapatkan.
Ia menambahkan, generasi muda memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga budaya Indonesia. Generasi muda harus diberdayakan untuk menjadi penjaga dan penggerak perubahan, bukan hanya sebagai penonton yang pasif, tegasnya.
Irpan Haeroni, SM, anggota Fraksi Gerindra Jabar lX Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat menyampaikan, generasi muda dapat memanfaatkan teknologi yang ada untuk memperkenalkan budaya tradisional melalui media sosial atau aplikasi, agar budaya Indonesia lebih menarik dan relevan bagi generasi digital.
Pemerintah, masyarakat, dan generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup, relevan, dan berkembang sesuai dengan tuntutan zaman, menjaga tradisi tidak berarti menutup diri dari dunia luar, tetapi bagaimana kita menyesuaikan diri tanpa mengorbankan nilai-nilai luhur, tutupnya.
Penulis : R-001
Editor : Priyatna








