BOGOR | Sangkakala TV –
Banyak warga miskin di kota Bogor dan juga banyak yang belum menerima program bantuan sosial.
Camat Bogor utara, Marse Hendra Saputra mengatakan ; “Kami menginisiasi program OTA ini, untuk membantu anak-anak dari keluarga miskin dan diatur dalam Perda RPJMD Kota Bogor,”katanya.
Marse menjelaskan, program OTA di Kecamatan Bogor Utara ini dimulai dari pejabat struktural di wilayah, yakni masing-masing seorang pejabat mengangkat satu orang anak asuh.
Untuk tahap pertama, ada 16 pejabat struktural di Kecamatan Bogor Utara, yang mengangkat 16 anak asuh.
“Bantuan diberikan setiap bulan, diantarkan secara langsung kepada keluarga anak asuh,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan belajar dari program Jaga Asa, kriteria untuk OTA bisa diukur dan sungguh-sungguh dijalankan dan harus ada pendampingan.
“Inisiasi program OTA ini jangan hanya menjadi program yang sekali jalan saja, tidak ada kelanjutannya. Harus ada pendampingan dan ikatan emosionalnya secara berkelanjutan,”tegasya.
Bima Arya menyatakan memberikan apresiasi kepada Bogor Utara, yang telah menginisiasi program OTA, semoga menjadi contoh bagi kecamatan lainnya.
“Program OTA ini menjadi ikhtiar kita untuk melengkapi kegiatan formal”.
Program OTA yang berkesinambungan diharapkan dapat meningkatkat indeks pembangunan manusia (IPM) usia sekolah, dengan meningkatnya rata-rata pendidikan warga Kota Bogor.
Bima juga berpesan kepada para lurah, untuk rajin mendata anak-anak dari keluarga tidak mampu yang putus sekolah.
Ajak mereka untuk kembali ke bangku sekolah.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bogor meluncurkan program sosial Orang Tua Asuh (OTA) kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk menekan angka putus sekolah dan mengurangi kemiskinan.
“Saya bangga adanya inisiasi program OTA ini untuk mengurangi anak putus sekolah. Kalau saat ini ada di Bogor Utara, saya harapkan berikutnya ada di wilayah lainnya di Kota Bogor,” kata Bima Arya. (Heri)








