KAB. BEKASI || Sangkakala7.tv –
Rapat kordinasi untuk mencegah penyebaran virus varian Omicron, bertema ; Fucus Group Discussion (FGD)
Peran Serta Tokoh Masyarakat dan Potensi Masyarakat dalam Mencegah Penyebaran Covid 19.
Kegiatan rapat tersebut di hadiri oleh ; Kanit Bimkamsa Polres Metro Bekasi AKP Suparjo, Kapuskesmas Tambun Dr Suhaemi, Babinsa Desa Setiadarma Pelda Boyatni, Babinkamtibmas Desa Setiadarma Aipda Agus N, Ketua POKDAR Kamtibmas Sarmalih.
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Setiadarma RT 01 RW 02 Dusun 3 Kp Darmajaya
Kec. Tambun Selatan, Minggu 20/2/2022.
Kanit Bimkamsa Polres Metro Bekasi AKP Suparjo dalam sambutannya menyampaikan, tentang apa yang kemarin di sampaikan oleh Kapolri melalui pesan Virtualnya.
“Tentunya kita harus melakukan langkah dan strategi dalam rangka menghadapi varian tersebut,”ungkap AKP Suparjo.
Kapolri juga meminta agar melakukan pengecekan terhadap kesiapan RS, khususnya ruang ICU, sehingga pada saat ada masyarakat yang dirawat masyarakat tersebut bisa sembuh,”dalam Keterangannya.
Tidak hanya kesiapan rumah sakit, Kapolri juga meminta kesiapan untuk menyesuaikan diri (isoter) untuk masyarakat bergejala ringan. Terutama, jika rumahnya tidak bisa digunakan sebagai tempat isolasi mandiri (isoman).
“Sehingga imunitas kita betul-betul bisa terjaga. Lalu gunakan masker tentunya menjadi salah satu prioritas juga yang selalu kita ingatkan karena ini juga untuk menjaga agar kita bisa terlindungi dari transmisi transmisi varian omicron”.
Sementara Menurut Dr Suhaemi, pemberian vaksinasi primer dan vaksinasi booster untuk lansia dan kelompok rentan lebih diutamakan agar mereka terhindar dari risiko keparahan apabila terpapar COVID-19.
Selain itu Kapuskes berpesan, bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi COVID-19 supaya bergegas menuju pelayanan kesehatan terdekat dan tidak memilih-milih vaksin merek tertentu.
“Semua vaksin telah teruji dalam memberikan perlindungan, ”tegasnya Kapuskes.
Pemerintah meminta agar keterlibatan lintas pemangku kepentingan, seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kelompok masyarakat lainnya diperkuat.
Cara ini menurut Kapuskes sangat penting dan strategis karena bisa berdampak positif dalam peningkatan laju vaksinasi.
“Pemerintah juga berkomitmen mengamankan ketersediaan stok vaksin COVID-19 untuk memastikan program vaksinasi nasional berjalan lancar,” katanya.
Kemudian Hal yang berbeda di sampaikan oleh Babinsa Koramil 01 Tambun, Menurut Babinsa Koramil 01 Tambun Pelda Boyatni
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kabupaten Bekasi ini di lakukan agar dapat mempertahankan kewaspadaan dan antisipasi dari meningkatnya puncak kasus COVID-19 akibat varian mutasi Omicron. ” Ungkap Boyatni.
Pemerintah mempertahankan penerapan metode PPKM dengan beberapa penyesuaian dan terus meminta masyarakat melakukan langkah pengendalian penularan, seperti protokol kesehatan serta vaksinasi.” Papar Boyatni
Keputusan penerapan PPKM tersebut tertuang dalam dua Inmendagri perpanjangan PPKM yaitu Inmendagri No. 3/2022, untuk pengaturan PPKM Level 3, 2, 1 di Jawa Bali serta Inmendagri No. 4/2022, untuk pengaturan PPKM Level 3, 2, 1 di luar Jawa Bali. ” Pungkasnya.
(Wr)








