Kab Bekasi || Sangkakala7.tv –
Danramil 01 Tambun Mayor Chb Daya Bakir bersama Sertu Budi Antoro hadiri rapat
musyarwarah pergantian nama pintu tol Tambelang menjadi pintu tol Gabus, bertempat di Aula Kantor Kec Tambun Utara, Kab Bekasi, pada Jumat 22/04/2022.
Selain Danramil, dalam musyawarah tersebut
juga di hadiri oleh, Kabag Ops Polres Metro Bekasi Kompol Alin Kuncuro S.pd, Kapolsek Tambun AKP Nana Rusnawati SH, Camat Tambun Utara Najmudin S.Ag M.ling, Kepala Desa Srijaya Canih Hermansyah, Kasi Dishub Amarulloh, Babinsa Desa Srijaya Sertu Budi Antoro, Tokoh Masyarakat H. Damin Sada, Guntur, Ketua Karang Taruna Tambun Utara Agus Sutejo, serta sejumlah Ketua Ormas.
Sementara, dalam rapat musyawarah tersebut Danramil 01 Tambun menyampaikan, bahwa pekan lalu kita sudah diskusikan dan sudah di sepakati tentang nama pergantian tol tersebut menjadi Pintu Tol Gabus, ” ucap Danramil.
Meski demikian sebetulnya pergantian nama tersebut hanya tinggal di tentukan oleh tokoh masyarakat di wilayah masing masing, salah satu contoh seperti pintu tol Telaga Asih, karena memang ada di Desa Telaga Asih jadi disebutlah Pintu tol Telaga asih, ” ucap Danramil.
Rapat musyawarah ketika di buka oleh Kabag Ops Alin Kuncoro, melalui Kapolsek Tambun AKP Nana Rusnawati menyampaikan, kalau saya sependapat musyarawah ini di buat agar nantinya tidak rancu, tinggal para tokoh-tokoh masyarakat yang lebih pantas menentukan agar di kemudian hari tidak ada kesalah pahaman.
Selanjutnya Camat Tambun Utara H. Najmudin mengucapkan, terima kasih kepada para tokoh masyarakat, ketua ormas, melalui rapat ini dapat di tentukan nama pintu tolnya agar tidak menghilangkan tradisi yang ada, maka nama Pintu Tol Gabus lebih tepat, supaya nama kampung gabus tetap di lestarikan dan di kenal lebih banyak orang nantinya, ” ujar Camat.
Inilah yang jadi kesepakatan oleh para tokoh masyarakat, guna menjaga tradisi nama kampung gabus agar tetap lebih di kenal,” paparnya.
Sebelum menutup musyawarah tersebut tokoh masyarakat H.Damin Sada meminta setelah di tentukan nama pintu tol gabus ini, mari kita jaga budaya dan tradisi kampung kita, kalau tawuran itu bukanlah tradisi, kita harus jaga nama baik kampung.
Apalagi disaat bulan Ramadhan perlu kita jaga hubungan silahturahmi dengan menjaga nama baik kampung kita. Karna silaturahmi adalah bagian dari budaya kampung Gabus ini, ” pungkasnya. (KP.011)








