Santri Ponpes TQA Pagaran Tapah Tewas Direndam Oknum Guru

- Redaktur

Sabtu, 29 Oktober 2022 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rokan Hulu || SANGKAKALA 7 –
Polsek Kunto Darussalam di Back Up Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Rokan Hulu berhasil mengungkap kasus Santri Pondok pesantren (Ponpes) Takasus Qur’an Ar-Royyan (TQA) Pagaran Tapah, Kecamatan Pagaran Tapah, Kabupaten Rohul yang diduga meninggal akibat direndam oleh Gurunya di Kolam depan Pesantren TQA, pada hari Sabtu sore 22/10/2022 lalu.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Pangucap Priyo Sugito SIK MH melalui Kapolsek Kunto Darussalam AKP Fandri SH MH mengungkapkan, berdasarkan penuturan para saksi, perihal perkembangan penanganan perkara kejadian meninggalnya salah seorang santri yang bernama M.Hafiz alias Hafiz Bin Safroyan yang merupakan santri dari Pondok Pesantren Takasus Qur’an Ar-Royyan Pagaran Tapah, bahwa pada hari Jum’at tanggal 28 Oktober 2022 pukul 18.00 wib telah dilakukan penangkapan terhadap diduga Pelaku berinisial LS (42 thn) Warga Dusun Mekar Indah RT.003/001, Desa Pagaran Tapah Darussalam, Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu.

“Peristiwa naas itu bermula Sabtu 22 Oktober 2022 sekitar pukul 23.10 WIB, ketika itu ilham, Dimas, Hanafi dan Hafiz keluar dari pondok pesantren tanpa izin dengan tujuan membeli makanan yang tidak jauh dari Ponpes.

Setelah itu mereka nongkrong dan duduk di lapangan bola kaki Pagaran Tapah hingga pukul 03.45 WIB, pada hari Minggu tanggal 23 Oktober 2022, ” jelas AKP. Fandri.

“Setelah nongkrong itu mereka kembali ke pondok pesantren sekitar pukul 03.50 WIB di area pondok pesantren itu, mereka masuk ke asrama melalui lorong masjid dan lorong kamar mandi, namun akhirnya mereka diketahui oleh Kesantrian (Keamanan pondok) yakni LS (kini tersangka-red) atas masalah itu mereka dilaporkan kepada Kepala Sekolah Ade Wiranata hingga akhirnya mereka diintrogasi tentang apa yang mereka lakukan.

Dari hasil Introgasi mereka mengakui perbuatannya, atas dasar itu lalu ketiganya dihukum oleh LS dengan cara disuruh masuk kolam yang ada di depan asrama dan direndam selama lebih kurang ± 5 menit.

Kemudian mereka disuruh menyelam guna membasahi kepala, setelah itu mereka di suruh keluar dari kolam satu persatu dan disuruh mandi untuk membersihkan diri, tapi Santri yang bernama Hafiz tidak keluar-keluar dari kolam.

Khawatir terjadi hal yang tak diinginkan lalu Ade meminta Sahdan untuk mengecek keberadaan Hafiz setelah dicek ternyata Hafiz sudah diam saja (tidak bergerak-red).

Selanjutnya, Putra yang juga teman korban langsung turun ke kolam bersama dengan Sahdan untuk mengangkat Hafiz keluar hingga akhirnya berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke RS AWAL BROS Ujung batu, untuk pertolongan, namun, setelah diperiksa Hafiz telah meninggal dunia, “papar AKP. Fandri.

Atas Peristiwa itu pihak Sekolah melalui Ade Wiranata (Pimpinan Ponpes) langsung menghubungi pihak keluarga dan atas permintaan keluarga jenazah Hafiz diantarkan langsung oleh LS dan AW ke kediaman orang tuanya di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelelawan, Riau.

Polsek Kunto Darussalam, mengetahui atas kejadian tersebut sekitar Pukul 07.38 WIB, langsung melakukan pengecekan terhadap informasi tersebut, serta mengunjungi rumah duka di pangkalan kerinci sekaligus menyarankan untuk dilakukan otopsi, namun keluarga korban menolak dengan alasan kasihan terhadap mayat apabila dilakukan otopsi.

Awalnya sudah ada kesepakatan, tetapi pihak keluarga (almarhum) akan tetap membuat laporan ke Polsek Kunto Darussalam dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib, ” Ujar Kapolsek Kunto.

Berdasarkan Laporan Polisi No : LP/B/87/X/2022/SPKT/POLSEK KUNTO DARUSSALAM /POLRES ROKAN HULU/POLDA RIAU/Tanggal 28 Oktober 2022, Pihak Kepolisian Sektor Kunto Darussalam atas perintah Kapolsek Kunto Darussalam AKP Fandri SH., memerintahkan Kanit Reskrim Polsek Kunto Darussalam Aiptu S.Sihotang,SH dan bersama anggota Bripka Andri Subakti SH, segera melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Saksi-saksi, dan melakukan Cek tempat kejadian perkara, kemudian dilakukan tahapan gelar perkara.

Selanjutnya pada hari Jumat tanggal 28 Oktober 2022 pukul 17.00 WIB, LS ditetapkan sebagai tersangka dan akan di jerat dengan Pasal 76.C, Jo Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor. 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor; 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak atau Pasal 359 KUHPidana.
Perkara yang disangkakan terhadap LS saat ini di tangani oleh penyidik dari Unit Reskrim Polsek Kunto dan Pelaku diamankan di Rutan Polres Rokan hulu.

“Ya untuk saat ini pihak Kepolisian masih terus mendalami keterangan saksi-saksi dan hasil pemeriksaan medis terhadap tewasnya santri Pondok Pesantren tersebut, ” Pungkas AKP. Fandri, SH.

(KP-065)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bangunan Pariwisata Terpadu Tambunan Lumban Pea Diduga Mangkrak, Puluhan Miliar Jadi Sorotan Publik
Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81, Momentum Mengembalikan Kepercayaan Publik
SAT RESKRIM POLRES HUMBAHAS TANGKAP EMPAT RAYAP BESI
Polres Labuhanbatu Ringkus Seorang Pria Bawa 30 Kg Sabu dan 20 Ribu Pil Ekstasi di Rantau Prapat
Satresnarkoba Humbahas Tangkap Kurir Ganja 72,20 Gram dari Sidikalang, Pemesan Masuk DPO
Satresnarkoba Humbahas Tangkap Kurir Ganja 72,20 Gram dari Sidikalang, Pemesan Masuk DPO
Kejari Humbahas Tetapkan Kades Nagasaribu II Tersangka Dugaan Korupsi APBDes, Kerugian Negara Rp325,9 Juta
*Polda Sulteng Ungkap Kasus Narkotika di Palu, Sejumlah Barang Bukti Diamankan*
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 20:48 WIB

Bangunan Pariwisata Terpadu Tambunan Lumban Pea Diduga Mangkrak, Puluhan Miliar Jadi Sorotan Publik

Kamis, 3 September 2026 - 06:43 WIB

Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81, Momentum Mengembalikan Kepercayaan Publik

Selasa, 1 September 2026 - 10:30 WIB

SAT RESKRIM POLRES HUMBAHAS TANGKAP EMPAT RAYAP BESI

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Polres Labuhanbatu Ringkus Seorang Pria Bawa 30 Kg Sabu dan 20 Ribu Pil Ekstasi di Rantau Prapat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Satresnarkoba Humbahas Tangkap Kurir Ganja 72,20 Gram dari Sidikalang, Pemesan Masuk DPO

Berita Terbaru

Pemerintahan

Tekan Inflasi, Pemkab Tapteng Gelar Pasar Murah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:49 WIB