JAKARTA || SANGKAKALA 7 –
Mimbar Agama Kristen :
Kisah Para Rasul 20 : 35
=>“Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”
Dalam hal kemurahan hati, salah satu cara terbaik untuk mempelajarinya ialah dengan Mengikuti Teladan orang lain.
Saya belajar *Cara Bermurah Hati* dari orang tua saya.
Saya tumbuh melihat mereka memberikan begitu banyak hal dalam hidup ini.
1. Mereka *memberikan keramahtamahan, pendapatan, dan makanan* mereka.
2. Mereka *memberikan waktu, tenaga, dan upaya* mereka.
3. Mereka *membagikan hadiah dari uang mereka sendiri dengan sukacita, * dan mereka adalah beberapa orang yang paling bahagia yang pernah saya kenal.
ALKITAB memberikan *Teladan kemurahan hati* lainnya:
para jemaat di Makedonia, inilah yang rasul Paulus katakan tentang mereka, “Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia.
Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan” (2 Korintus 8:1-2).
Perhatikan bagaimana para jemaat di Makedonia punya masalah mereka sendiri, mereka “dicobai dengan berat”karena mereka hidup selama Kekaisaran Romawi, ketika Nero menjadi Kaisar.
Itulah sebuah masa di mana menjadi seorang Kristen bisa menyebabkan hukuman mati.
Para jemaat Makedonia bukan hanya dianiaya oleh karena iman mereka, tetapi mereka juga sangat miskin dan juga membutuhkan bantuan keuangan.
Akan tetapi, karena *”sukacita mereka meluap,”* keadaan sulit sekalipun tidak menghentikan mereka untuk *”kaya dalam kemurahan.”*
Mereka tidak memberi karena kewajiban atau syarat.
*Mereka memberi karena mereka bersukacita melakukannya.*
ALKITAB mengatakan,“Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima”
(Kisah Para Rasul 20:35).
Waktu saya masih kecil, saya tidak percaya ayat itu.
Pada saat itu saya belum dewasa, dan berpikir lebih menyenangkan menerima daripada memberi.
Dan Natal adalah selalu tentang saya: “Apa yang akan saya dapatkan tahun ini?”
Mungkin saat ini Anda tengah mendapati diri Anda menyerah oleh karena tekanan atau paksaan dan anda menderita.
Cobalah ini: *Memberilah dengan Sukacita, * ketahuilah bahwa ALLAH selalu murah hati dalam menyediakan kebutuhan Anda.
Lagi pula, *ALLAH sudah memberikan Anda hadiah terbesar dari semuanya itu, hadiah keselamatan melalui Putra-NYA, YESUS KRISTUS.*
*Renungkan hal ini:*
– Bagi Anda, siapa yang telah *menjadi Teladan Kemurahan Hati* ?
Bagaimana pengaruh mereka berdampak pada keinginan anda untuk juga bermurah hati kepada orang lain ?
– *Orang paling bahagia di dunia ialah si pemberi. *
Orang yang paling tidak bahagia di dunia adalah si penerima.
Berikan contoh masing-masing tipe orang tersebut.
– Apa yang dapat Anda beri dengan sukacita minggu ini ?
*Memberi dari hati yang mengasihi, mendatangkan Sukacita Surga.*
Sukacita Surga yang tidak dapat diberikan oleh dunia ini.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
(R-002)








