PN Cikarang Gelar Sidang Perdana Kasus Perzinahan Kades Sukadanau Non Aktif

- Redaktur

Rabu, 14 Desember 2022 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB. BEKASI || sangkakala7.tv
Sidang kasus tindak pidana perzinahan yang menjerat Kepala Desa Sukadanau non aktif M (50) dan RK (28) mulai bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (13/12/2022).

Sidang pertama dengan nomor perkara 620/Pid.B/2022/PN Ckr dan 621/Pid.B/2022/PN Ckr yang menghadirkan kedua terdakwa serta saksi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nuragustini SH, menghadirkan saksi Eko Muhtiar Putra (34) Sidang yang berlangsung tertutup.

Sondra, Humas PN Cikarang mengungkapkan, dalam sidang pertama yang mengagendakan pembacaan dakwaan, serta keterangan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum.

“Hari ini sidangnya acaranya Pembacaan Dakwaan kemudian dilanjutnya dengan pemeriksaan saksi, selanjutnya persidangan ditunda tanggal 20 Desember 2022 masih agenda pemeriksaan saksi dari Penuntut Umum,” jelas Sondra saat dikonfirmasi usai sidang berlangsung.

Sementara itu, Eko Muhtiar Putra selaku saksi menuturkan, dalam jalannya sidang dirinya dicecar sejumlah pertanyaan oleh Majelis Hakim terkait kronologi peristiwa tersebut terjadi.

“Sidang tadi kan pertama, pembacaan pernyataan terus saya sebagai saksi ditanyakan seputar kronologi lah bagaimana awal mulanya, saya sudah ceritakan tadi didepan majelis hakim dan para terdakwa sudah membenarkan apa yang saya ungkap,”ujar Eko.

Selain keterangannya, Eko menyebut sejumlah barang bukti berupa rekaman video hingga bukti percakapan dihadirkan dalam sidang tersebut.

“Bahkan ada bukti video, bukti chat itu mereka membenarkan semua, tidak ada bantahan lah dari terdakwa, jaksa kan membaca sesuai BAP, saya menjelaskan, dan terdakwa membenarkan,”ucapnya.

Menurutnya, JPU mengajukan tiga orang saksi yang akan hadir memberikan keterangannya dalam sidang kasus yang menjerat terdakwa M dan RK. Namun, saat ini hanya ada dua yang terkonfirmasi akan memberikan kesaksiannya selama proses persidangan berlangsung.

“Harusnya kan ada tiga tuh, saya, si Nana, sama dari Swis Berlin, keterangan dari yang saya denger sih tadi jaksa ngomong telpon ke PPA, dari Swis Berlin orangnya resend bang,” ungkapnya.

“Tinggal besok menghadirkan saksi Nana, orang yang nganter-nganter ke Hotel,” lanjutnya.

Eko juga menceritakan kejadian saat berlangsungnya persidangan.

“Selama ini Mulyadi gak ada itikad baik nih, istilah buat minta maaf atau menghubungi saya itu kan gak pernah kan, tadi langsung di mediasi sama majelis hakim buat minta maaf sama saya, kalau secara pribadi manusia biasa sih saya sudah memaafkan, bahkan yang disayangkan kenapa sampai harus di depan majelis hakim, kenapa gak dari awal di minta maaf ke saya.

“Ditegur Hakim ”
“jangan menghadap ke Saya (ujar Hakim), kamu minta maaf muka kamu mengadap ke suami yang kamu sakiti,” Ujar Eko seraya menirukan ucapan Hakim.

Eko berharap, kasus tersebut bisa diputus seadil-adilnya dan dapat dihukum sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Ia menyayangkan apa yang diperbuat oleh kedua terdakwa, hingga kasusnya pun bergulir ke meja hijau.

“Harapan saya proses hukum terus bisa berjalan apa pun konsekuensinya, yang penting saya bisa memberikab pelajaran kedepannya buat para pemimpin lah jangan bertindak semena-mena terhadap rakyat biasa,”tutup Eko.

(NHS)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Humbahas Mengungkap Dugaan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor di Paranginan
Polres Humbahas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi Di Pollung
Kejari dan Pemkab Humbahas Hadirkan Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Bisa Konsultasi Hukum
KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak
Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya
Polsek Kualuh Leidong Gempur Sarang Narkoba di Sei Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir
Gerebek Sarang Narkoba di Batubara, Polisi Sita 111 Gram Sabu dan Uang Tunai Rp 127 Juta
80 Pil Ekstasi Disita dari Tempat Parkiran Hiburan Malam Singapore Land
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Polres Humbahas Mengungkap Dugaan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor di Paranginan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Polres Humbahas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi Di Pollung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Kejari dan Pemkab Humbahas Hadirkan Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Bisa Konsultasi Hukum

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:54 WIB

KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya

Berita Terbaru