*Yeremia 12:5*
*“Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan, bagaimanakah engkau hendak berpacu melawan kuda? Dan jika di negeri yang damai engkau tidak merasa tenteram, apakah yang akan engkau perbuat di hutan belukar sungai Yordan?*
KOTA BEKASI, |Sangkakala TV-
*RENUNGAN MOTIVASI*
Ada sebuah pandangan hidup yang menarik mengenai arti kehidupan, sebagai berikut; “Kehidupan itu penuh dengan kejutan, dan penyesuaian sikap optimis itu merupakan sebuah keputusan yang baik untuk menghadapinya. Orang pesimis mudah mengeluh dalam menghadapi setiap masalah, tetapi orang optimis, tetap semangat, percaya diri, percaya setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.”
Hidup itu memang harus dijalani dengan optimis, karena firman TUHAN pun mengajarkan demikian, “Semua yang benar, pikirkanlah semuanya itu!”
Orang yang optimis adalah orang yang selalu berpandangan baik dalam menghadapi segala hal, walaupun faktanya berpikir optimis tidaklah selalu mudah, sebab sifat alami manusia mudah mengeluh bila diperhadapkan dengan keadaan yang tak menyenangkan.
Yeremia sebagai seorang nabi pun pernah mengalami hal yang demikian.
Suatu kali ia mengeluhkan tentang keadaan orang fasik yang dalam pandangannya baik-baik saja, sedangkan hidupnya, yang memelihara kesetiaan dan hidup benar di hadapan Allah tak semujur orang-orang fasik tersebut. Dia berpikir sepertinya itu tidak adil.
Tetapi menarik untuk memperhatikan jawaban TUHAN menanggapi keluhan nabi Yeremia tersebut, “Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan, bagaimanakah engkau hendak berpacu melawan kuda.”
Jawaban ini menyiratkan bahwa bagaimana seseorang akan menjadi lebih kuat, jika dalam perkara yang biasa-biasa saja ia mengeluh.
Apakah saat-saat ini, kita seperti Yeremia? Kita mulai mengeluh dengan keadaan dan kehidupan kita. Dalam hidup, ada banyak alasan untuk mengeluh, tetapi jika demikian bagaimana TUHAN akan mengangkat hidup kita? Jika masalah kecil membuat kita mengeluh, bagaimana jika masalah yang lebih besar menimpa kita?
Mulai hari ini, *mari kita belajar untuk senantiasa bersyukur dalam segala hal, karena itulah yang di kehendaki Allah dalam Yesus Kristus bagi kita.
Jalani segala hal dalam hidup ini dengan tetap berharap yang terbaik dari TUHAN pasti terjadi. Setahap demi setahap dan setingkat demi setingkat, TUHAN akan menuntun kita, TUHAN akan membimbing kita, sampai kita mencapai tujuan Allah, yaitu kita menjadi serupa dengan gambar-Nya.*
*2 Korintus 3:18*
*Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.*
*REFLEKSI DIRI*
1. Apakah kita pernah mengeluhkan tentang hidup? Dalam hal apa? Lalu apa yang seharusnya kita lakukan?
2. Mengapa kita tidak perlu mengeluhkan kehidupan?
*POKOK DOA*
BAPA kami di Sorga, mulai hari ini kami berjanji untuk tidak mengeluh tentang masalah hidup apapun itu, karena kami tahu bahwa Engkau sedang melatih kami untuk menjadi pribadi yang lebih kuat.
Di dalam nama TUHAN YESUS KRISTUS kami berdoa. Amin.
*YANG HARUS KITA LAKUKAN*
*Berhenti mengeluhkan pada setiap masalah dan keadaan yang tak menyenangkan.*
*HIKMAT HARI INI*
*“Jika kita tidak menyukai sesuatu, ubahlah. Jika kita tidak dapat mengubahnya, ubah sikap kita. Jangan mengeluh tentang apapun juga.”* (Redaksi)








