KAB. BEKASI || Sangkakala7.tv
Petugas Rescue Damkar Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengevakuasi seekor ular jenis sanca, yang berbobot lebih dari 45 kilogram dengan panjang mencapai 4 meter.
Ular sanca tersebut ditemukan warga di garasi rumah warga Perumahan Taman Aster Blok H1, RT 18 RW 09, Kelurahan Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (3/3/23) dini hari.
Menurut Hamdani (38), ular sanca tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang tengah memarkirkan mobil digarasi rumahnya.
Katanya Hamdani, ular terlihat tengah memangsa seekor kucing milik warga. Lantaran takut, warga tersebut melaporkan penemuan ular sanca itu ke pihak Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi untuk meminta bantuan evakuasi ular.
“Tadi ada warga kita yang lewat, ibu dokter lagi markirin mobilnya terus ngelihat ada ular lagi melilit kucing, jadi kucingnya udah dalam keadaan mati tinggal dimakan ular. Mungkin ular itu kaget, jadi masuk ke dalam selokan, melihat hal tersebut Ibu Dokter langsung inisiatif melapor ke Damkar.” imbuhnya.
Petugas Rescue Damkar Kabupaten Bekasi yang diterjun ke lokasi tersebut sebanyak 7 personil, guna menangkap ulat memyebut
Menurut Mayudi petugas Rescue Damkar mengatakan, pihaknya sempat kesulitan karena ular tersebut bersembunyi disaluran air milik warga, sehingga harus memaksa ular untuk kelur dengan cara didorong menggunakan bambu.
“Ularnya ini bersembunyi disaluran air, jadi butuh waktu kita memaksa ular untuk keluar,” ungkapnya.
Setelah dipaksa keluar dari persembunyiannya, petugas langsung menangkap ular menggunakan tongkat pengikat ular.
“Iya, tenaganya kuat juga karena ni termasuk beratnya kan lebih dari 45 kilogram dan panjang 4 meter, sempat berontak terus,” kata Mayudi.
Lebih dari setengah jam, petugas baru bisa menjinakan ular buas tersebut. Saat ini ular jenis sanca itu diamankan di Mako Damkar Kabupaten Bekasi untuk nantinya diserahkan ke pihak terkait untuk dilepas liarkan di habitatnya.
“Kita bawa dulu, nanti kita kasih ke pecinta binatang atau pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk dilepas liarkan,” tutupnya.
(ASP)










