Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi Eksekusi Terpidana Kasus Perzinahan Kades Mulyadi alias Yadi Batu ke Lapas II A Cikarang

- Redaktur

Selasa, 28 Maret 2023 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi || Sangkakala7.tv
Kepala Desa Sukadanau Non Aktif Mulyadi Resmi menyandang Status Terpidana Kasus Perzinahan, setelah tim eksekusi Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi membawanya menuju Lapas Kelas II A Cikarang untuk menjalani hukuman, sekitar pukul 15.00 WIB, Senin, 27 Maret 2022.

Usai melakukan pemberkasan di kejaksaan, terpidana kasus perzinahan Mulyadi alias Yadi Batu, Kades Sukadanau Non Aktif, keluar dengan posisi tangan diborgol, memakai celana pendek, menggunakan sendal jepit, kemudian dimasukkan ke mobil tahanan menuju Lembaga Pemasyarakatan II A Cikarang, untuk menjalani proses hukuman selama 7 hari.

Riyan anugrah Kasi Pidum Kejari Kabupaten Bekasi mengatakan, untuk perkara atas nama Mulyadi Bin Emed, Nomor 621/Pid.B/2022/Pengadilan Negeri Cikarang, atas perkara perzinahan sesuai pasal 284 ayat 1 KUHP, dengan menjatuhkan hukuman 7 hari kurungan penjara.

“Jadi untuk perkara Mulyadi Bin Emed itu dituntut dan di putus  terbukti melanggar Pasal 284 ayat 1 KUHP terkait dengan perzinahan,  Hari ini tanggal 27 Maret 2023 kami melaksanakan eksekusi, yang mana eksekusi tersebut dilakukan  lebih ringan dari  tuntutan kami, kami tuntut tanggal 17 Januari 2023 selama 1 bulan diputus 27 Febuari 2023 selama 7 hari.

Sebelum dibawa ke Lapas Cikarang, terdakwa ini dua kali kita layangkan pemanggilan, hari ini kita eksekusi tadi kurang lebih pukul 15 Sore ini, kami antar terpidana ke Lembaga Pemasyarakatan Cikarang untuk menjalini hukuman.

Sementara untuk yang perempuanya Rizki (28) karena putusannya PW yang berarti menjalani putusan tapi tidak menjalani kurungan, cuma kalau melakukan lagi tindak pidana dia harus masuk, dan ini karena teknisnya dalam pengawasan dia harus datang kesini untuk pelaksanaan eksekusinya namun tidak berupa tahanan dan itu akan kita lakukan segera mungkin namun saat ini kita prioritaskan yang menjalani pidana di lapas terlebih dulu”, ujarnya

Lebih lanjut, Menanggapi tuntutan 1 bulan di putus pidana selama 7 hari pihak kejasaan mengatakan, “Kita melihat fakta di persidanganya terdakwa dengan pelapor saling memaafkan dan  salah satu terdakwa juga merupakan istri pelapor, namun disini kami menyampaikan apabila pihak terdakwa wanita mengulangi perbutanya melakukan tindak pidana serupa akan dilakukan penahanan”, jelasnya.

(NHS)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Humbahas Mengungkap Dugaan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor di Paranginan
Polres Humbahas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi Di Pollung
Kejari dan Pemkab Humbahas Hadirkan Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Bisa Konsultasi Hukum
KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak
Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya
Polsek Kualuh Leidong Gempur Sarang Narkoba di Sei Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir
Gerebek Sarang Narkoba di Batubara, Polisi Sita 111 Gram Sabu dan Uang Tunai Rp 127 Juta
80 Pil Ekstasi Disita dari Tempat Parkiran Hiburan Malam Singapore Land
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Polres Humbahas Mengungkap Dugaan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor di Paranginan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Polres Humbahas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi Di Pollung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Kejari dan Pemkab Humbahas Hadirkan Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Bisa Konsultasi Hukum

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:54 WIB

KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya

Berita Terbaru

Pemerintahan

Kabupaten Toba Raih Dua Penghargaan Lomba Posyandu Sumut 2026

Sabtu, 7 Nov 2026 - 19:11 WIB