“Aku, manusia celaka ! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini ?”
Roma 7 : 24.
JAKARTA || Sangkakala7.tv
Mimbar Agama Kristen :
Apakah saudara pernah menyadari bahwa sangat sukar untuk melakukan hal yang benar ? Sungguh suatu hal yang aneh pula dimana untuk melakukankan suatu kejahatan juga sering digunakan cara yang tidak benar.
Ada seorang yang bernama Robertson di Virginia Beach merampok salahsatu bank.
Banyak uang yang diperoleh dari hasil rampokannya, ia langsung lari ke mobilnya. Pada saat ia sampai ke mobilnya ia ingat bahwa nota yang dibawanya ketinggalan.
Rasa takut nota tersebut akan jadi pengarah untuk penangkapannya, ia kembali lagi ke bank untuk mengambil nota tersebut. Dengan cepat ia lari ke tempat parkir mobilnya.
Anehnya, pada saat itu dia tidak dapatkan kunci mobilnya. Lalu kembalilah ia ke bank untuk cari kunci mobilnya tetapi dia tidak dapatkannya. Akhirnya dia lari ke apartment-nya dengan uang banyak itu memakai kendaraan umum.
Teman sekamarnya menanyakan tentang mobilnya, sebab mobil tersebut dipinjam dari temannya. Robertson membohong dengan mengatakan mobilnya di curi. Temannya langsung melapor ke polisi sehingga polisi mendapatkan mobil yang di pakai Robertson, dan akhirnya Robertson pun tertangkap.
Jadi kita dapat melihat disini seorang itu dapat melakukan hal yang salah dengan cara yang salah, sampai tertangjap.
Tidak heran para penjahat banyak tertangkap !
Sungguh manusia sangat sukar untuk melakukan hal yang benar. Kita tahu hukum Tuhan itu sangat baik yang diberikan untuk keamanan kehidupan kita, namun apa yang kita buat adalah sering melanggar hukum tersebut.
Kita tahu membohong itu salah, namun kita tetap membohong.
Banyak yang tahu selingkuh itu salah, namun tetap juga melakukan perselingkuhan.
Tidak heran Paulus merasa sebagai seorang yang sangat celaka; tidak bisa membebaskan diri dari tubuh maut.
Artinya tubuh maut adalah sama seperti seorang penjahat yang diikat dengan mayat, hidung berhadapan hidung mayat, mulut bertemu dengan mulut mayat, dan badan diikat dengan mayat tersebut, dan diilemparkan ke dalam laut. Itulah tubuh maut.
Siapa yang dapat melepaskan diri dari tubuh maut tersebut ?
Demikianlah keadaan manusia yang berdosa ini, dimana kita sama sekali tidak dapat melepaskan diri dari maut. Sungguh dibutuhkan suatu jalan keluar.
Puji Tuhan Ia telah menyediakan jalan keluar dengan pemberian kasih karuniaNya.
Hanya Yesuslah jalan kelepasan yang dapat membebaskan kita dari tubuh maut ini. Kita tidak perlu lagi merasa sebagai manusia celaka yang di katakan Rasul Paulus.
Kiranya memiliki Yesus ini dapat menjadi pengalaman kita setiap saat sehingga kehidupan kita menjadi suatu kehidupan yang berbahagia dań dapat memuliakan Tuhan serta jadi berkat untuk orang lain.
Penulis : Kathleen – Jonathan Kuntaraf







