JAKARTA || Sangkakala7.tv
Mimbar Agama Kristen :
“Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaaan Sorga.”
Matius 5:20.
Kebenaran akan membuat engkau bermoral, tetapi moralitas tidak akan membuat engkau menjadi benar.
Tuhan sama sekali tidak menyalahkan moralitas. Dia bukan menempelak Jemaat Laodekia dalam Wahyu 3 oleh sebab moralitas mereka. Tuhan menempelak mereka oleh sebab mereka coba menggantikan kebenaran dengan moralitas.
Buah-buahan yang terbuat dari plastik mungkin kelihatan cantik untuk dipandang mata, namun kita tidak bisa memakannya sebab itu dibuat dari plastik.
Nah, Tuhan tidak menentang moralitas. Jikalau Anda mempunyai moralitas yang tinggi, maka Anda tidak akan masuk penjara, dan tetap mempunyai pekerjaan yang baik. Namun keagamaan bukanlah masalah moralitas saja. Orang-orang jaman Yesus kelihatan memiliki moralitas yang tinggi. Mereka berdoa dan berpuasa untuk dilihat oleh orang lain. Namun mereka menjauhkan diri dari kebenaran.
Sementara kita tidak bisa melalaikan moralitas, namun kita patut mengerti dengan sebenarnya bahwa moralitas adalah hasil dari kebenaran, bukan yang menyebabkan kita menjadi benar. Setiap orang Kristen sejati akan mempunyai moralitas yang tinggi. Dalam mencari akan kebenaran sejati, kita tidak perlu kuatir bahwa moralitas akan ditinggalkan. Seorang bisa memiliki kebaikan dari luar saja, namun tidak dari dalam hatinya.
Akan tetapi mereka yang baik dari dalam hati sebab memiliki kebenaran, akan otomatis menghasilkan kebenaran di luar.
Hati yang berubah akan menghasilkan tindakan yang berubah. Jadi jelaslah kebenaran yang diimiliki akan senantiasa menghasilkan moralitas. Ellen G. White menuliskan dalam Step to Christ, hal. 61, “Bila kita berada di dalam Kristus, kasih Allah itu akan tinggal di dalam kita, maka perasaan, pikiran, tujuan hidup, emosi kita, akan seirama dengan kehendak Allah sebagaimana yang dinyatakan dalam Hukum Allah.”
Tuhan mengundang kita untuk menerima kebenaran Kristus, yang siap diberikanNya kepada semua yang datang kepadaNya.
Maukah Anda menerimanya sehingga dapat memiliki moralitas yang memuliakan nama Allah ?
Penulis :
Kathleen-Jonathan Kuntaraf








