H.Irpan Haeroni,SE: Provinsi Jawa Barat Wilayah Industri Yang Mendapatkan Investasi Terbesar, Tapi Penganggurannya Nomor Dua di Indonesia.

- Redaktur

Senin, 18 September 2023 - 23:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi || Sangkakala7.tv
Adikarya Parlemen :
H.Irpan Haeroni,SE anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat.

Penyebab pengangguran adalah adanya ketidakseimbangan antara pekerjaan dan jumlah tenaga kerja yang meningkat setiap tahunnya.

H.Irpan Haeroni,SE anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat mengatakan, angka pengangguran lulusan SMA/SMK masih terbilang tinggi, untuk menekan angka pengangguran itu diperlukan sinergitas jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) dengan Pemerintah Daerah, Senin (18/09/2023).

Provinsi Jawa Barat merupakan primadona bagi investor perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Namun sangat di sayangkan, “tingginya investasi itu nyatanya tidak mengubah angka pengangguran secara signifikan.”

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, sepanjang tahun 2022 angka investasi yang terserap di Jawa Barat mencapai Rp174,6 triliun, angka itu terhitung sebagai angka investasi tertinggi nasional dengan persentase 14,46 persen dari total realisasi investasi nasional.

Provinsi Jawa Barat adalah wilayah Industri, wilayah yang mendapatkan investasi terbesar, tapi penganggurannya tertinggi yakni nomor dua di Indonesia.

Rata-rata angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jawa Barat di tahun 2023 sebanyak 7,89 persen atau 2,03 juta masyarakat pengangguran.

Irpan Politisi dari Partai Gerindra menuturkan, ada 6 (enam) faktor penyebab pengangguran :
1. Ketidakseimbangan antara pekerjaan dan jumlah tenaga kerja yang meningkat setiap tahunnya
2. Ketidakmampuan individu untuk memenuhi kualifikasi pekerjaan yang dibutuhkan.
3. Perubahan teknologi dan pola kerja.
4. Kondisi perekonomian yang tidak stabil.
5. Keterbatasan akses pendidikan dan pelatihan keterampilan.
6. Persaingan yang ketat di pasar kerja.

Dengan memahami penyebab pengangguran tersebut, maka dapat dilakukan upaya-upaya untuk mengatasi atau meminimalkan faktor-faktor tersebut dan menciptakan kondisi yang lebih baik dalam dunia kerja, tutup Irpan.

(R-001)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Baleg DPR RI Laksanakan Kunjungan Kerja Reses ke Kabupaten Toba
DPRD Setujui LKPJ Bupati Deli Serdang Tahun Anggaran 2025
Komisi V DPRD Jabar Respons Desakan 34 Ormas, Perda OPSM Ditarget Masuk Prioritas 2026
DPRD Kabupaten Toba Sampaikan Rekomendasi terhadap LKPj Bupati TA 2025
Rinto Simanjuntak Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Toba Gantikan Mangatas Silaen
Komisi A DPRD Toba Konsultasi Terkait SP4N Lapor ke Diskominfo Medan
Polemik Akses Pers di DPRD Humbahas, SPRI Taput Angkat Bicara
Anggota DPR RI Komisi X dari Partai Demokrat, Ucapkan Selamat Hari Jadi Sumatera Utara ke-78
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:50 WIB

Baleg DPR RI Laksanakan Kunjungan Kerja Reses ke Kabupaten Toba

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:26 WIB

DPRD Setujui LKPJ Bupati Deli Serdang Tahun Anggaran 2025

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:38 WIB

Komisi V DPRD Jabar Respons Desakan 34 Ormas, Perda OPSM Ditarget Masuk Prioritas 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:48 WIB

DPRD Kabupaten Toba Sampaikan Rekomendasi terhadap LKPj Bupati TA 2025

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:41 WIB

Rinto Simanjuntak Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Toba Gantikan Mangatas Silaen

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bergerak Cepat dan Totalitas, Bupati Tapteng Apresiasi Polri

Kamis, 2 Jul 2026 - 21:37 WIB

Pemerintahan

Bupati Tapteng Hadiri HUT APKASI ke‑26

Kamis, 2 Jul 2026 - 21:34 WIB