KABUPATEN BEKASI || Sangkakala7.tv
Adikarya Parlemen :
H.Irpan Haeroni SE Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat.
Stunting sebagai dampak kurang gizi pada balita, kasus stunting banyak ditemukan di daerah dengan kemiskinan tinggi dan tingkat pendidikan yang rendah.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat H.Irpan Haeroni.SE, mengatakan, banyak masyarakat kita yang belum paham apa itu Stunting. Stunting adalah kondisi ketika balita memiliki tinggi badan dibawah rata-rata. Hal ini diakibatkan asupan gizi yang diberikan, dalam waktu yang panjang, tidak sesuai dengan kebutuhan. Stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas, Senin 23 Oktober 2023.
Stunting merupakan hal yang penting untuk dicegah karena stunting sangat berpengaruh terhadap masa depan anak.
Kemudian Irpan Haeroni menegaskan, selain kemiskinan, tingkat pendidikan juga berkaitan dengan permasalahan gizi. Minimnya pengetahuan membuat pemberian asupan gizi tidak sesuai kebutuhan. Contohnya adalah kurangnya kesadaran akan pentingnya inisiasi menyusui dini (IMD). Padahal IMD menjadi langkah penting dalam memberikan gizi terbaik, tegasnya
Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih”, kata Politisi dari Partai Gerindra.
Untuk itu perlu perhatian khusus baik dari orang tua, pemerintah maupun dinas terkait,” kata Irpan.
Aksi kolaborasi pencegahan stunting di Kabupaten Bekasi sangat penting dilakukan, kemudian kegiatan charity seperti gerakan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) harus terus digalakkan dalam upaya percepatan penurunan stunting, tuturnya.
(R-001)







