Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat H.Irpan Haeroni.SE : 4 Faktor Yang Mempunyai Pengaruh Besar Bagi Kesehatan Ibu dan Anak

- Redaktur

Sabtu, 13 Januari 2024 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi || Sangkakala7.tv
Adikarya Parlemen:
H.Irpan Haeroni.SE, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat

Kehamilan merupakan momen yang ditunggu oleh pasangan suami-istri. Kehamilan juga merupakan risiko kehidupan yang akan dihadapi oleh calon ibu.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat H.Irpan Haeroni.SE mengatakan, bahwa faktor utama untuk mencegah kematian dan memastikan kesehatan ibu dan anak adalah perencanaan kehamilan, Jumat 12 Januari 2024.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Provinsi Jawa Barat dan khususnya di Kabupaten Bekasi.

Pada dasarnya terdapat 4 (empat) faktor yang mempunyai pengaruh besar bagi kesehatan ibu dan anak, yaitu 4 T.

4T merupakan singkatan dari terlalu muda hamil , terlalu tua hamil, terlalu dekat jarak kelahiran anak, dan terlalu banyak anak.

• Terlalu muda yaitu menikah dan melahirkan dibawah umur 21 tahun.
• Terlalu rapat yaitu jarak kehamilan kurang dari 2 tahun.
• Terlalu banyak yaitu anak lebih 4 orang.
• Terlalu tua yaitu hamil dan melahirkan dengan umur 35 tahun ke atas. 4 Terlalu ini harus di hindari, pungkasnya.

Kesiapan wanita pada usia subur, baik dari kesehatan fisik, mental, dan gizi menjadi kunci utama keberhasilan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Selanjutnya, untuk kelompok rentan dan wanita usia subur sangat berisiko tinggi terjadi anemia dan kurang energi kronik. Begitu juga kelompok usia produktif yang ke depannya akan menghasilkan generasi berikutnya perlu mendapat edukasi untuk mempersiapkan diri termasuk merencanakan kehamilan.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat H.Irpan Haeroni.SE menekankan, bahwa dunia kesehatan di Provinsi Jawa Barat khususnya di Kabupaten Bekasi memerlukan tenaga-tenaga potensial untuk memperkuat di lapangan. Hal tersebut dalam upaya memobilisasi Wanita Usia Subur (WUS) untuk merencanakan kehamilan dengan baik.

“Peran Tenaga Kesehatan (Nakes), Penyuluh Keluarga Berencana, Bidan, dan Kader menjadi tulang punggung utama dan perlu ditingkatkan dalam mendorong perencanaan kehamilan,” ungkap Irpan.

(R-001)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Baleg DPR RI Laksanakan Kunjungan Kerja Reses ke Kabupaten Toba
DPRD Setujui LKPJ Bupati Deli Serdang Tahun Anggaran 2025
Komisi V DPRD Jabar Respons Desakan 34 Ormas, Perda OPSM Ditarget Masuk Prioritas 2026
DPRD Kabupaten Toba Sampaikan Rekomendasi terhadap LKPj Bupati TA 2025
Rinto Simanjuntak Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Toba Gantikan Mangatas Silaen
Komisi A DPRD Toba Konsultasi Terkait SP4N Lapor ke Diskominfo Medan
Polemik Akses Pers di DPRD Humbahas, SPRI Taput Angkat Bicara
Anggota DPR RI Komisi X dari Partai Demokrat, Ucapkan Selamat Hari Jadi Sumatera Utara ke-78
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:50 WIB

Baleg DPR RI Laksanakan Kunjungan Kerja Reses ke Kabupaten Toba

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:26 WIB

DPRD Setujui LKPJ Bupati Deli Serdang Tahun Anggaran 2025

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:38 WIB

Komisi V DPRD Jabar Respons Desakan 34 Ormas, Perda OPSM Ditarget Masuk Prioritas 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:48 WIB

DPRD Kabupaten Toba Sampaikan Rekomendasi terhadap LKPj Bupati TA 2025

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:41 WIB

Rinto Simanjuntak Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Toba Gantikan Mangatas Silaen

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bergerak Cepat dan Totalitas, Bupati Tapteng Apresiasi Polri

Kamis, 2 Jul 2026 - 21:37 WIB

Pemerintahan

Bupati Tapteng Hadiri HUT APKASI ke‑26

Kamis, 2 Jul 2026 - 21:34 WIB