Adikarya Parlemen :
H.Irpan Haeroni.SE, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat.
KABUPATEN BEKASI || Sangkakala7.tv
Perkembangan teknologi di abad 21 sangat berkembang dengan pesat, sehingga teknologi digunakan diberbagai bidang, salah satunya di bidang pendidikan.
Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Irpan Haeroni mengatakan, Pesatnya perkembangan teknologi menuntut semua jenjang pendidikan untuk mengubah sistem pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, Senin, 18 Maret 2024.
Pemanfaatan teknologi mampu melayani kegiatan belajar mengajar secara lebih canggih dengan menyediakan media pembelajaran yang bervariasi.
Teknologi merupakan media pembelajaran yang bisa menjadikan pembelajaran lebih efesien, sehingga guru harus bisa menggunakan dan memanfaatkan teknologi yang sudah ada untuk menjadikan pembelajaran menjadi lebih menarik dan efisien untuk para peserta didik.
Guru selaku pemandu dalam proses pembelajaran diharapkan dapat berperan sebagai fasilitator, kolaborator, mentor, pelatih, pengarah dan teman belajar serta dapat memberikan pilihan dan tanggung jawab yang besar kepada siswa.
Media digital dalam pembelajaran merupakan media pembelajaran yang berbasis teknologi komputer dan internet.
Lanjut Irpan, Kemajuan teknologi digital terhadap dunia pendidikan berdampak dua sisi, yakni sisi Positif dan Negatif.
Dampak positif teknologi digital, yaitu; Teknologi digital memungkinkan siswa dan guru untuk mengakses informasi dan sumber daya pendidikan dengan lebih mudah dan cepat. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dalam proses pembelajaran.
Sedangkan dampak negatifnya, adalah; Banyak siswa yang tidak memiliki akses ke perangkat dan internet yang diperlukan untuk pembelajaran jarak jauh. Siswa lebih suka menjelajahi dunia maya dengan berbagai informasi menarik yang disajikan, sehingga kurang memperhatikan karakter dan nilai-nilai yang diajarkan di sekolah,
Teknologi juga membawa dampak negatif seperti penyebaran pornografi di kalangan siswa yang akan merusak moral anak didik (siswa).
Irpan Haeroni Politisi dari Partai Gerindra mengatakan, Penggunaan teknologi dalam pendidikan memang memiliki beberapa manfaat untuk kelangsungan pembelajaran.
Orang tua harus tetap mengawasi anak-anak saat memanfaatkan teknologi. Karena mudahnya informasi yang mudah diakses di teknologi, tidak hanya informasi positif, tetapi juga informasi yang negatif.
Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Irpan Haeroni mengatakan, media teknologi bagaikan pedang bermata dua, ditinjau dari satu sisi bisa bermanfaat untuk hal-hal yang positif, kemudian dari sisi lainnya bisa juga digunakan untuk hal-hal yang negatif. Maka dari itu peran orang tua sangatlah penting dalam mengarahkan anak menggunakan aplikasi-aplikasi yang positif, terutama dalam hal pembelajaran.
“Jadi teknologi merupakan media pembelajaran yang bisa menjadikan pembelajaran lebih efesien, sehingga guru harus bisa menggunakan dan memanfaatkan teknologi yang sudah ada untuk menjadikan pembelajaran menjadi lebih menarik dan efisien untuk para peserta didik,” tutup Irpan.
(R-001)







