Rambo Hutasoit Tantang “Oknum Pengacara”, Menanggapi Dumas Pencemaran Nama Baik, Tuduhan Dianggap Berlebihan

- Redaktur

Minggu, 19 Mei 2024 - 22:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapanuli Utara || Sangkakala7.tv
Rambo Hutasoit berprofesi Wartawan Harian Media Cetak tantang seorang oknum pengacara menanggapi pengaduan masyarakat (dumas) kasus pencemaran nama baik ke Polres Tapanuli Utara atas nama kliennya.

Tuduhan tersebut dianggap berlebihan oleh pihak keluarga dan saya (Rambo Hutasoit red), karena tidak memenuhi norma-norma sesuai dengan tradisi budaya batak, keluarga saya menanggapi, tuduhan oknum pengacara tersebut dianggap berlebihan.

Pengaduan masyarakat ini muncul setelah sebuah video yang berjudul “Goyangan Satika Aduhai” beredar di dinding fasebook akun atas nama Rambo Hutasoit di media sosial.

Oknum Pengacara yang mengklaim bahwa penggunaan nama “Satika” dalam video goyangan Satika adohai telah dituding pencemaran nama baik kliennya.

Namun tuduhan ini mendapat reaksi kritikan keras dari keluarga saya sendiri, karena dianggap tidak sesuai dengan tuduhan yang dialamatkan pada dirinya, di mana nama seseorang harus disertakan dengan marganya untuk dianggap sebagai identitas yang lengkap, ujarnya, Minggu 19 Mei 2024.

Rambo menyebutkan dalam Budaya Batak, nama yang mencemarkan adalah jika disebut sebagai “Nama dan Marga,” bukan hanya “Nama” saja, di dunia ini banyak nama yang sama, jadi saya tidak pernah mengusik pripasi atas nama Satika Simamora, jadi tuduhan oknum pengacara dalam pengaduan masyarakat (dumas) tersebut telah berlebihan.

“Menurut Rambo pengaduan masyarakat (dumas) mengatakan pada Sangkakala 7 melalui telepon genggamnya, nama tanpa marga tidak dianggap sebagai identitas lengkap,” ujarnya.

“Jadi, tuduhan pencemaran nama baik ini tidak berdasar karena tidak memenuhi syarat identitas yang lengkap.”

Kasus ini menimbulkan perdebatan asumsi dimasyarakat, tentang bagaimana hukum dan adat budaya batak menerapkan dalam situasi seperti ini, apakah penggunaan nama tanpa marga dalam konteks publik dapat dianggap sebagai pencemaran nama baik, atau apakah hukum harus mempertimbangkan kalimat yang tertulis pada postingan di dinding akun fasebook saya, saya kira tuduhan oknum pengacara tersebut berlebihan, ujarnya.

Rambo menambahkan pihak kepolisian masih dalam tahap penyelidikan dan belum memberikan komentar resmi terkait pengaduan masyarakat ini.

Sementara itu oknum pengacara yang menanggapi kasus ini, bersikeras bahwa nama kliennya telah dicemarkan, meskipun tanpa menyertakan marganya.

Peristiwa ini akan menjadi ujian bagi sistem hukum dalam menyeimbangkan antara peraturan formal dan norma-norma budaya yang hidup di masyarakat, imbuhnya singkat.

Pengacara yang disebut Rambo inisial (RJS) belum dapat dihubungi, hingga berita ini diturunkan.

(TS)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Humbahas Mengungkap Dugaan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor di Paranginan
Polres Humbahas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi Di Pollung
Kejari dan Pemkab Humbahas Hadirkan Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Bisa Konsultasi Hukum
KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak
Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya
Polsek Kualuh Leidong Gempur Sarang Narkoba di Sei Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir
Gerebek Sarang Narkoba di Batubara, Polisi Sita 111 Gram Sabu dan Uang Tunai Rp 127 Juta
80 Pil Ekstasi Disita dari Tempat Parkiran Hiburan Malam Singapore Land
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Polres Humbahas Mengungkap Dugaan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor di Paranginan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Polres Humbahas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi Di Pollung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Kejari dan Pemkab Humbahas Hadirkan Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Bisa Konsultasi Hukum

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:54 WIB

KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya

Berita Terbaru

Pemerintahan

Kabupaten Toba Raih Dua Penghargaan Lomba Posyandu Sumut 2026

Sabtu, 7 Nov 2026 - 19:11 WIB