Ket foto : Kemacetan yang menyebabkan antrian panjang di pasar tradisional Sibabangun, Rabu (3/7/2024). (Sangkakala7.tv/KB-069)
Tapsel, Sumut || Sangkakala7.tv
Pasar tradisional Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), yang terletak di Jalinsum Sibolga-Padang Sidempuan masih tetap semrawut, bahkan menjadi langganan macet setiap hari pekannya.
Padahal sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Tapteng, Tiurlina Hasmawati Sihite, telah berjanji akan menata ulang Pasar Sibabangun, agar tidak langganan macet dan menjadi pasar tradisional yang aman, nyaman, serta menjadi tempat yang menyenangkan.
Ketidakmampuan pihak Dinas Perindag Tapteng menata Pasar Tradisional Sibabangun menuai sorotan. Janji untuk merapikan pasar tradisional Sibabangun dinilai hanya lelucon minggu siang yang menggelitik hati. Kadis Perindag Tapteng dituding hanya pintar Omong Doang (OMDO).
“Janji untuk menata pasar Sibabangun cuma omong kosong doang. Dinas Perindag sepertinya hanya mementingkan setoran dari pihak pengelola, tanpa memperhatikan kondisi pasar yang carut marut,” ujar Dzulfadli Tambunan, warga sekitar, Rabu (3/7/2024).
Ayah tiga anak yang selalu vokal ini menegaskan jika pasar Sibabangun tidak memiliki tata kelola yang baik. Hal ini ditandai dengan banyaknya pedagang yang berjualan di lokasi parkir dan bahu jalan. Pedagang dengan sesuka hati menggelar lapak tanpa ada usaha dari pengelola pasar untuk melakukan penertiban. Kondisi ini ditenggarai menjadi pemicu utama kemacetan lalu lintas.
“Kita menilai Tiurlina Hasmawati Sihite tidak memiliki kemampauan untuk menata pasar Sibabangun. Untuk itu kita meminta Pj Bupati Tapteng segera mengevaluasinya sebagai Kepala Dinas Perindag,” tegas Dzulfadli.
Bukan hanya warga sekitar, para pengendara yang melintas juga harus mengelus dada menyaksikan kemacetan yang terjadi, akibat banyaknya pedagang yang berjualan melebar hingga ke bahu jalan. Beca bermotor yang parkir menuggu sewa di badan jalan, faktor lainnya penyebab kemacetan.
“Mau gimana lagi, terpaksalah mengelus dada jika melintas lewat pasar Sibabangun ini,” ujar Suprianto, sopir truk yang melintas.
(KB-069)







