BADAI KETAKUTAN

- Redaktur

Senin, 15 Maret 2021 - 01:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yesus berkata kepada mereka: Mengapa kamu begitu takut ? Mengapa kamu tidak percaya ? Markus 4:40

JAKARTA | Sangkakala.tv –
Seorang wanita bertanya secara santai kepada seseorang yang sedang menonton Iklan TV, “Apa yang kau cari-cari, Mark ?” “Saya berusaha menjadi orang yang tidak mengambil keputusan karena didorong rasa takut,” jawab Mark dengan serius, meskipun wanita itu hanya ingin tahu acara apa yang ingin Mark tonton di TV !

Luar biasa pikir saya, Saya tidak menyangka ada iklan TV yang begitu kuat menegur saya ! Namun, saya bisa memahami perasaan Mark: saya sendiri sering malu mengingat bagaimana saya membiarkan ketakutan menentukan arah hidup dan keputusan-keputusan yang saya ambil.

Murid-murid Yesus juga pernah mengalami rasa takut yang luar biasa. Suatu kali, sewaktu mereka sedang berlayar menyeberangi Danau Galilea (Markus 4:35), “mengamuklah taufan yang sangat dahsyat” (ay.37). Mereka begitu ketakutan, dan mengira Yesus (yang sedang tidur!) sama sekali tidak mempedulikan mereka: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” (ayat 38).

Ketakutan mengacaukan sudut pandang para murid, sehingga mereka gagal melihat maksud baik Yesus bagi mereka. Setelah menghardik angin dan gelombang ganas (ayat.39), Kristus mengajukan dua pertanyaan keras kepada para murid:
Mengapa kamu begitu takut ?
Mengapa kamu tidak percaya ?” (ayat 40).

Badai pernah mengamuk dalam hidup kita juga, bukan ?

Kedua pertanyaan Yesus dapat menolong kita menempatkan ketakutan dalam sudut pandang yang benar.

Pertama, meminta kita mengakui ketakutan kita.
Kedua mengundang kita menyerahkan perasaan kita yang kacau balau itu kepadaNya,
agar kita diberi mata untuk dapat melihat tuntunan-Nya melewati badai yang paling dahsyat sekalipun.

Ayat Alkitab , Markus ;
Kitab-kitab Injil mengisahkan Yesus menenangkan angin badai dalam dua kesempatan yang berbeda. Dalam Markus 4, Yesus sudah bersama para muridNya, tetapi Dia tidur di dalam perahu.

Meskipun pernah menyaksikan perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan Yesus, para murid belum memahami maksud mukjizat-mukjizat tersebut sepenuhnya, yang dengan jelas memperlihatkan kuasa Yesus atas segala keadaan.

Kali kedua Yesus menenangkan angin badai (Markus 6:47-52), Dia tidak bersama dengan para murid. Yesus “berjalan di atas air” selama badai berlangsung.

Dalam kedua peristiwa itu, murid-murid sangat ketakutan ;
Pertama karena badai yang mengancam nyawa, yang kedua karena mereka mengira Yesus adalah hantu. Kedua kisah dramatis ini sama-sama menunjukkan bagaimana Tuhan sedang membentuk iman murid-murid-Nya. Dia mengizinkan mereka masuk ke tengah keadaan yang menakutkan dengan maksud untuk menguatkan iman mereka.

Markus 4 : 35-41
Angin ribut diredakan

Ayat 35 ;
Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang.”

Ayat 36 ; Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.

Ayat 37 ; Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.

Ayat 38 ; Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa ?”

Ayat 39 ; Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

Ayat 40 ; Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”

Ayat 41 ; Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya ?” (Calves Chandra)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Donggala Buka STQ Ke- X Tingkat Kecamatan, Desa Surumana, Kec. Banawa Selatan
Hadiri Perayaan HUT ke-49 HKBP Pandan Kota, Bupati Tapteng Ulosi Puluhan Jemaat Lansia
Kadisporapar Ikuti Sholat Istisqa Berjamaah di Masjid Agung Darunnajah Putussibau
Kades Tanamea Hery Daud Widu Dampingi Camat Banawa Selatan, Menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW, 1448 H/ 2026 M
*Binroh Nasional Polri, Dai Kamtibmas Polres Parimo Aiptu Zulham Ditunjuk Jadi Penceramah*
TNI-POLRI Sinergi Berkolaborasi dalam Pengamanan Penutupan STQH Ke-XVII Tingkat Kecamatan Dampelas Desa Malonas
STQ ke-XVII Tingkat Kecamatan Dampelas Tahun 2025, Resmi Dibuka Bupati Donggala, Vera Elena Laruni SE
Bupati Humbahas Letakkan Batu Pertama Pembangunan GBI Jemaat Hutapaung
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 08:04 WIB

Bupati Donggala Buka STQ Ke- X Tingkat Kecamatan, Desa Surumana, Kec. Banawa Selatan

Minggu, 6 September 2026 - 20:24 WIB

Hadiri Perayaan HUT ke-49 HKBP Pandan Kota, Bupati Tapteng Ulosi Puluhan Jemaat Lansia

Kamis, 3 September 2026 - 19:24 WIB

Kadisporapar Ikuti Sholat Istisqa Berjamaah di Masjid Agung Darunnajah Putussibau

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Kades Tanamea Hery Daud Widu Dampingi Camat Banawa Selatan, Menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW, 1448 H/ 2026 M

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:25 WIB

*Binroh Nasional Polri, Dai Kamtibmas Polres Parimo Aiptu Zulham Ditunjuk Jadi Penceramah*

Berita Terbaru

Pemerintahan

Percepat Sertifikasi Halal, Bupati Humbahas Perkuat UMKM Lokal

Kamis, 10 Sep 2026 - 21:33 WIB

Pemerintahan

BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN TINJAU PENYALURAN AIR BERSIH

Kamis, 10 Sep 2026 - 21:16 WIB