Warga Perumahan Avoria Estate Kemang Protes Usai Banjir, Tuntut Jaminan Bebas Banjir 20 Tahun ke Depan

- Redaktur

Kamis, 9 Oktober 2025 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, Jabar || Sangkakala 7
Dampak banjir yang terjadi pada 9 Agustus 2025 lalu masih menyisakan keresahan di kalangan warga Avoria Estate, Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Sebagai bentuk protes, warga menggelar aksi damai dan menyampaikan tuntutan agar kawasan hunian mereka terbebas dari banjir dan longsor setidaknya selama 20 tahun ke depan.

Salah satu perwakilan warga, Desta, mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap penanganan banjir yang dinilai lamban dan tidak memberikan solusi signifikan.

“Kami menuntut hak kami. Saat banjir terjadi, penanganan dari pihak estate menurut kami lamban dan solusinya sangat normatif. Setelah banjir, memang ada penanganan, tapi tidak sesuai ekspektasi,” ujar Desta, Rabu (8/10/2025).

Desta menambahkan, warga meminta adanya audit teknis dari pihak independen untuk mengevaluasi sistem drainase dan mitigasi bencana di kawasan Avoria Estate.

“Kami menuntut agar selama 20 tahun ke depan tidak terjadi lagi banjir dan longsor. Dan kami tidak mau jawaban yang normatif. Kami juga minta ada konsultan independen dari luar untuk mengecek semuanya secara menyeluruh,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, jika tuntutan tersebut tidak direspons secara serius oleh pihak pengembang, warga siap melakukan aksi lanjutan yang lebih besar.

“Kalau tidak didengar, kami akan aksi lagi, dan mungkin tidak akan setabayun ini,” tandasnya.
Menanggapi aksi tersebut, pihak manajemen Avoria Estate yang diwakili Alit menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah penanganan pasca banjir sejak 10 Agustus 2025, sehari setelah kejadian.

“Kami langsung survei ke lokasi dan berkoordinasi dengan warga. Kami juga menyampaikan akan ada tindakan dari pihak developer untuk perbaikan-perbaikan,” jelas Alit.

Menurut Alit, penyebab banjir bukan hanya berasal dari kawasan Avoria, tetapi juga dari perumahan tetangga yang belum memenuhi kewajiban infrastruktur penanganan air.

Baca juga: Edarkan Ganja, 2 Warga Tapteng Ditangkap Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Sibolga

Dalam aksi damai tersebut, warga menyampaikan beberapa tuntutan sebagai berikut:
1. Jaminan bebas banjir & longsor selama 20 tahun ke depan.
Mereka menolak jawaban normatif dan meminta mekanisme teknis konkret serta audit independen terhadap sistem drainase dan mitigasi kawasan.
2. Audit teknis independen
Agar pihak luar—misalnya konsultan teknik independen—mengevaluasi fungsi infrastruktur air, saluran, dan proteksi terhadap tanggul jebol.
3. Penegakan kesepakatan antar perumahan.
Warga menyebut bahwa penyebab banjir tidak hanya dari internal Avoria, tetapi juga dari kawasan perumahan tetangga yang belum memenuhi kewajiban infrastruktur. Mereka meminta agar pihak pengembang tetangga ikut bertanggung jawab.
4. Tindakan nyata dari pengembang
Bila keluhan warga tidak direspons secara serius, warga berencana melanjutkan aksi yang lebih besar.

Menanggapi aksi tersebut, pihak manajemen Avoria Estate yang diwakili Alit menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah penanganan pasca banjir sejak 10 Agustus 2025, sehari setelah kejadian.

“Kami langsung survei ke lokasi dan berkoordinasi dengan warga. Kami juga menyampaikan akan ada tindakan dari pihak developer untuk perbaikan-perbaikan,” jelas Alit.

Menurut Alit, penyebab banjir bukan hanya berasal dari kawasan Avoria, tetapi juga dari perumahan tetangga yang belum memenuhi kewajiban infrastruktur penanganan air.

“Kami sudah punya kesepakatan yang ditandatangani di Dinas PUPR Kabupaten Bogor. Perumahan sebelah seharusnya membangun dinding pembatas dan kolam retensi sebelum air masuk ke saluran kami. Tapi sampai batas waktu yang disepakati, 30 April 2025, mereka belum melakukan apapun,” terang Alit.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Mahasiswa IPB Gelar Aksi Demonstrasi, Warga Tulis Aspirasi di Spanduk Ekspresi ‎
Hujan Guyur Bogor, Operasional SPBU Warung Jambu Dihentikan Sementara, Konsumen Keluhkan Minimnya Informasi
Tangis Haru Keluarga Pecah Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penganiayaan Petugas Pengawas dan Keamanan PT. APN Regional 1
Gempa 6.7 Skala Richter Guncang Kota Palu, Warga Masyarakat Perumahan Permai Palupi Panik dan Berhamburan Keluar Rumah
Diduga Pasca Penganiayaan Berujung Kematian, 5 Motor, 2 Pos dan 2 Kantor PT. Agrinas Palma Nusantara Dibakar Massa
Tumpukan Kabel Semrawut di Tiang Listrik, Coreng Estetika Wisata Balige
Seorang Pegawai Tempat Hiburan Malam di Doloksanggul Meninggal, Warga Soroti Dugaan Penyalahgunaan Narkoba
Oknum Supir Truk Ekspedisi Sahat Jaya Diduga Ajak Duel Wartawan, Aksi Terekam CCTV
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:39 WIB

Mahasiswa IPB Gelar Aksi Demonstrasi, Warga Tulis Aspirasi di Spanduk Ekspresi ‎

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:16 WIB

Hujan Guyur Bogor, Operasional SPBU Warung Jambu Dihentikan Sementara, Konsumen Keluhkan Minimnya Informasi

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:48 WIB

Tangis Haru Keluarga Pecah Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penganiayaan Petugas Pengawas dan Keamanan PT. APN Regional 1

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:11 WIB

Gempa 6.7 Skala Richter Guncang Kota Palu, Warga Masyarakat Perumahan Permai Palupi Panik dan Berhamburan Keluar Rumah

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:34 WIB

Diduga Pasca Penganiayaan Berujung Kematian, 5 Motor, 2 Pos dan 2 Kantor PT. Agrinas Palma Nusantara Dibakar Massa

Berita Terbaru

Pemerintahan

303 Pramuka Deli Serdang Siap Berlaga di Jambore Daerah Sumut 2026

Selasa, 7 Jul 2026 - 18:04 WIB

Pemerintahan

Perkuat Sinergi, Wujudkan Pemerintahan Berintegritas

Selasa, 7 Jul 2026 - 17:57 WIB