Kabupaten Bekasi || Sangkakala 7
Adikarya Parlemen:
H. Irpan Haeroni. SM, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Irpan Haeroni, SM menyoroti serius persoalan ketenagakerjaan di Jawa Barat yang hingga kini masih mencatat tingkat pengangguran tinggi.
Provinsi Jawa Barat memiliki banyak kawasan industri besar seperti Jababeka, GIIC, dan EJIP.
Sektor industri utama di Jawa Barat mencakup manufaktur (kendaraan, elektronik, dan tekstil), konstruksi, energi, dan kimia.
Kabupaten Bekasi dan Karawang disebut sebagai kota industri terbesar di Indonesia karena memiliki kawasan industri yang sangat luas dan terintegrasi, serta menjadi pusat ekonomi utama di Asia Tenggara.
H. Irpan Haeroni, SM, Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat dari Dapil 9 Kabupaten Bekasi mengatakan, Kabupaten Bekasi dan Karawang sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara namun juga mengalami angka pengangguran yang tinggi, Selasa (25/11/2025).
Kondisi tersebut diperburuk dengan posisi Jabar sebagai sektor Industri di Provinsi Jawa Barat dengan angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tertinggi secara nasional, kata Irpan.
Lanjut Irpan Haeroni, Perbedaan upah minimum antar daerah turut mempengaruhi keputusan hengkangnya perusahaan ke wilayah yang lain dengan biaya operasional yang lebih kompetitif.
Situasi ini disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu : keterampilan pencari kerja dan kebutuhan industri, rendahnya kesempatan kerja, dan dampak ekonomi lainnya.
H. Irpan Haeroni, SM, politisi dari Partai Gerindra Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, menegaskan, peningkatan kualitas tenaga kerja harus terus dilakukan melalui pelatihan dan bimbingan teknis agar calon tenaga kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri,”
Pemerintah Provinsi Jabar harus menyusun strategi jangka panjang yang benar-benar mampu menekan angka pengangguran yang stagnan.
Salah satu langkah penting adalah penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pembaruan kurikulum pendidikan vokasi serta revitalisasi balai latihan kerja sesuai kebutuhan industri saat ini, tutupnya.
Penulis : R-001
Editor : Priyatna







