Jawa Barat Kawasan Industri Terbesar di Asia Tenggara, Namun Angka Pengangguran Tertinggi di Indonesia

- Redaktur

Rabu, 26 November 2025 - 06:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi || Sangkakala 7
Adikarya Parlemen:
H. Irpan Haeroni. SM, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Irpan Haeroni, SM menyoroti serius persoalan ketenagakerjaan di Jawa Barat yang hingga kini masih mencatat tingkat pengangguran tinggi.

Provinsi Jawa Barat memiliki banyak kawasan industri besar seperti Jababeka, GIIC, dan EJIP.
Sektor industri utama di Jawa Barat mencakup manufaktur (kendaraan, elektronik, dan tekstil), konstruksi, energi, dan kimia.

Kabupaten Bekasi dan Karawang disebut sebagai kota industri terbesar di Indonesia karena memiliki kawasan industri yang sangat luas dan terintegrasi, serta menjadi pusat ekonomi utama di Asia Tenggara.

H. Irpan Haeroni, SM, Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat dari Dapil 9 Kabupaten Bekasi mengatakan, Kabupaten Bekasi dan Karawang sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara namun juga mengalami angka pengangguran yang tinggi, Selasa (25/11/2025).

Kondisi tersebut diperburuk dengan posisi Jabar sebagai sektor Industri di Provinsi Jawa Barat dengan angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tertinggi secara nasional, kata Irpan.

Lanjut Irpan Haeroni, Perbedaan upah minimum antar daerah turut mempengaruhi keputusan hengkangnya perusahaan ke wilayah yang lain dengan biaya operasional yang lebih kompetitif.

Situasi ini disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu : keterampilan pencari kerja dan kebutuhan industri, rendahnya kesempatan kerja, dan dampak ekonomi lainnya.

H. Irpan Haeroni, SM, politisi dari Partai Gerindra Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, menegaskan, peningkatan kualitas tenaga kerja harus terus dilakukan melalui pelatihan dan bimbingan teknis agar calon tenaga kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri,”

Pemerintah Provinsi Jabar harus menyusun strategi jangka panjang yang benar-benar mampu menekan angka pengangguran yang stagnan.

Salah satu langkah penting adalah penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pembaruan kurikulum pendidikan vokasi serta revitalisasi balai latihan kerja sesuai kebutuhan industri saat ini, tutupnya.

Facebook Comments Box

Penulis : R-001

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Baleg DPR RI Laksanakan Kunjungan Kerja Reses ke Kabupaten Toba
DPRD Setujui LKPJ Bupati Deli Serdang Tahun Anggaran 2025
Komisi V DPRD Jabar Respons Desakan 34 Ormas, Perda OPSM Ditarget Masuk Prioritas 2026
DPRD Kabupaten Toba Sampaikan Rekomendasi terhadap LKPj Bupati TA 2025
Rinto Simanjuntak Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Toba Gantikan Mangatas Silaen
Komisi A DPRD Toba Konsultasi Terkait SP4N Lapor ke Diskominfo Medan
Polemik Akses Pers di DPRD Humbahas, SPRI Taput Angkat Bicara
Anggota DPR RI Komisi X dari Partai Demokrat, Ucapkan Selamat Hari Jadi Sumatera Utara ke-78
Berita ini 36 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:50 WIB

Baleg DPR RI Laksanakan Kunjungan Kerja Reses ke Kabupaten Toba

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:26 WIB

DPRD Setujui LKPJ Bupati Deli Serdang Tahun Anggaran 2025

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:38 WIB

Komisi V DPRD Jabar Respons Desakan 34 Ormas, Perda OPSM Ditarget Masuk Prioritas 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:48 WIB

DPRD Kabupaten Toba Sampaikan Rekomendasi terhadap LKPj Bupati TA 2025

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:41 WIB

Rinto Simanjuntak Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Toba Gantikan Mangatas Silaen

Berita Terbaru

Pemerintahan

303 Pramuka Deli Serdang Siap Berlaga di Jambore Daerah Sumut 2026

Selasa, 7 Jul 2026 - 18:04 WIB

Pemerintahan

Perkuat Sinergi, Wujudkan Pemerintahan Berintegritas

Selasa, 7 Jul 2026 - 17:57 WIB