Foto : Satu unit escavator membersihkan Desa Pasar Terandam akibat luapan sungai yang merendam pemukiman penduduk. (Sangkakala 7/ist)
Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Dua exacavator dikerahkan menormalisasi Sungai Aek Sirahar yang berantakan akibat bencana ekologis yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah akhir November 2025 lalu.
Alat berat tersebut juga difungsikan membersihkan Desa Pasar Terandam akibat luapan sungai merendam pemukiman warga Kecamatan Barus.
Plt. Camat Barus, Sanggam Panggabean mengatakan, banjir bandang merendam pemukiman warga setinggi 2 hingga 3 meter, yang berdampak pada 537 KK.
“Satu unit excavator melakukan normalisasi Sungai Aek Sirahar yang berada di Desa Bunga Tanjung. Satu unit lainnya digunakan untuk membersihkan lumpur dan pasir di Desa Pasar Terandam,” ujar Sanggam, Selasa (16/12/2025).
Ia menjelaskan, tanggul Aek Sirahar yang jebol berdampak kepada tiga desa yakni, Desa Bunga Tanjung, Desa Ujung Batu dan Desa Kinali.
Meminimalisir terjadinya banjir susulan ke pemukiman, escavator tersebut difokuskan menormalisasi Aek Sirahar, yang membentang mulai dari Desa Ujung Batu hingga Desa Kinali.
“Satu excavator lainnya dilakukan pembersihan badan jalan dan lingkungan warga yang tertutup material lumpur dan pasir, sisa dari jebolnya tanggul Aek Sirahar,” pungkasnya.
Penulis : Dzulfadli Tambunan
Editor : Priyatna








