Tanah Longsor dan Banjir Melanda Beberapa Titik di Sukabumi

- Redaktur

Jumat, 19 Desember 2025 - 04:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukabumi, Jabar || Sangkakala 7
Bencana tanah longsor kembali terjadi di wilayah Sukabumi, Jawa Barat, menyusul hujan deras yang mengguyur sejak beberapa hari terakhir. Longsor terjadi di sejumlah lokasi, menyebabkan gangguan akses jalan dan kerusakan ringan pada infrastruktur di kawasan Kabupaten Sukabumi, Kamis, 18/12/2025.

‎Longsor terjadi di Kampung Cipicung dan beberapa Titik Jalan. Longsor terbesar terjadi di Kampung Cipicung, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, di mana material tanah dan batu menutup akses jalan utama sepanjang kurang lebih 20 meter dan setinggi 2–3 meter sehingga kendaraan tidak dapat melintas. Proses pembersihan material terus dilakukan oleh tim gabungan petugas dan warga setempat.

‎Selain itu, hujan deras juga memicu longsor di jalur provinsi Loji–Palangpang, tepatnya di Desa Sangrawayang (Kecamatan Simpenan) dan Desa Girimukti (Kecamatan Ciemas), dengan total delapan titik longsoran yang menutup jalan sehingga sementara waktu akses kendaraan roda empat dibatasi.

‎Dampak Akses Jalan dan Infrastruktur, material longsoran di beberapa titik ruas jalan membuat akses transportasi terganggu signifikan. Kendaraan roda empat belum bisa melintas di sejumlah jalan terdampak. Masyarakat dihimbau berhati-hati dan menggunakan jalur alternatif hingga proses pembersihan selesai.

‎Upaya penanganan tim gabungan dari BPBD, dinas terkait, dan relawan setempat secara aktif melakukan evakuasi material agar jalan kembali dapat dilalui. Petugas juga terus memantau titik-titik rawan longsor untuk mengantisipasi kejadian susulan. Hingga kini belum dilaporkan adanya korban jiwa, namun dampak kerusakan infrastruktur dan pemutusan akses menjadi perhatian utama.

‎BPBD setempat mengimbau warga di daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan intensitas tinggi berlanjut. Warga juga diminta menghindari area tebing curam atau lereng yang jenuh air karena potensi longsor susulan masih tinggi.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎
5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong
Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan, Warga Duga Aktivitas PETI Buol
Galian Pasir di Purba Baringin Diduga Tak Berizin, Warga Minta Pemkab Humbahas Turun Tangan
Babi Mati Dibuang ke Sungai, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Langkahnya Tak Sempurna, Tanggung Jawabnya Tetap Utuh Kisah Paskibraka Tarabintang
Sungai Meluap, Banjir Rendam Jalan Trans Sulawesi dan Permukiman Warga di Sendana
Kebakaran Melanda Areal Masyarakat Blok 06A Tebo, Berjarak 100 Meter Dari Areal PT TPIL
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:46 WIB

Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:41 WIB

5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan, Warga Duga Aktivitas PETI Buol

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Galian Pasir di Purba Baringin Diduga Tak Berizin, Warga Minta Pemkab Humbahas Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:59 WIB

Babi Mati Dibuang ke Sungai, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Berita Terbaru

Pemerintahan

Percepat Sertifikasi Halal, Bupati Humbahas Perkuat UMKM Lokal

Kamis, 10 Sep 2026 - 21:33 WIB