Dua ASN Pemkab Bogor Terciduk Kumpul Kebo Dipecat

- Redaktur

Selasa, 23 Desember 2025 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, JABAR || Sangkakala 7
Dua orang ASN pengawas sekolah tingkat SD dan SMP yang diduga berselingkuh hingga kumpul kebo dipecat Pemkab Bogor, Jawa Barat. Pemkab Bogor menilai kedua ASN itu melanggar kode etik berat sehingga disanksi pemecatan. Selasa, 23/12/2025.
‎
‎”Hukuman disiplin yang dijatuhkan adalah yang paling berat, yaitu pemberhentian dengan hormat tanpa permintaan sendiri, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil,” kata Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika.
‎
‎Kedua ASN tersebut mendapatkan hukuman disiplin itu usai masyarakat mengadukan keduanya yang diduga hidup bersama tanpa ikatan pernikahan atau kumpul kebo. Kejadian tersebut berujung viral usai video penggerebekan dua ASN itu beredar di media sosial.
‎
‎Penggerebekan dilakukan salah satu anak dari ASN tersebut karena tidak terima orang tuanya berselingkuh. Ajat menerangkan, tindak lanjut atas aduan tersebut telah dilakukan Pemkab Bogor melalui pemeriksaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
‎
‎Ajat menjelaskan proses penanganan kasus kedua ASN itu berjalan cukup panjang. Pemeriksaan keduanya dilakukan di Dinas Pendidikan dan dilanjutkan oleh tim pemeriksa khusus lantaran dugaan pelanggarannya mengarah ke hukuman berat.
‎
‎Ajat mengaku mendapatkan rekomendasi hukuman atas kedua ASN itu dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Rekomendasi tersebut didapat pada 10 Desember 2025 dan ditetapkan melalui keputusan pada 11 Desember 2025.
‎
‎Pihaknya pun menyerahkan surat keputusan hukuman disiplin kepada dua ASN itu pada 15 Desember 2025. Saat itu pula, penghitungan masa banding administratif berlaku.
‎
‎”Yang bersangkutan diberikan waktu 14 hari untuk mengajukan banding administratif. Apabila tidak dilakukan banding, maka hukuman tersebut berlaku secara tetap,” ujarnya Ajat.
‎
‎”Ini harus menjadi pembelajaran bersama. Apa yang kita lakukan akan berdampak kepada diri kita sendiri, sehingga amanah sebagai aparatur negara harus dijaga,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Polres Humbahas Mengungkap Dugaan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor di Paranginan
Polres Humbahas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi Di Pollung
Kejari dan Pemkab Humbahas Hadirkan Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Bisa Konsultasi Hukum
KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak
Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya
Polsek Kualuh Leidong Gempur Sarang Narkoba di Sei Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir
Gerebek Sarang Narkoba di Batubara, Polisi Sita 111 Gram Sabu dan Uang Tunai Rp 127 Juta
80 Pil Ekstasi Disita dari Tempat Parkiran Hiburan Malam Singapore Land
Berita ini 22 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Polres Humbahas Mengungkap Dugaan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor di Paranginan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Polres Humbahas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi Di Pollung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Kejari dan Pemkab Humbahas Hadirkan Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Bisa Konsultasi Hukum

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:54 WIB

KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya

Berita Terbaru