Hutan CIFOR, Paru-Paru Hijau Bogor dengan Sejarah Panjang Konservasi

- Redaktur

Rabu, 31 Desember 2025 - 03:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bogor, Jabar || Sangkakala 7
Deretan pohon rindang dengan kanopi rapat menjadikan kawasan Hutan CIFOR sebagai salah satu ruang hijau terpenting di Kota Bogor. Berada di kawasan Situ Gede, hutan lindung ini tidak hanya menjadi penyangga ekosistem, tetapi juga saksi sejarah panjang upaya konservasi hutan di Indonesia. Rabu, 31/2025.

Hutan CIFOR dikenal dengan pepohonan tinggi berusia puluhan tahun yang menciptakan suasana sejuk dan alami. Vegetasi yang beragam berperan penting menjaga keseimbangan lingkungan, mulai dari menyerap karbon, menahan limpasan air hujan, hingga menjadi habitat berbagai satwa liar seperti burung, serangga, dan mamalia kecil.

Selain fungsi ekologis, kawasan ini juga menjadi ruang edukasi dan penelitian. Aktivitas penelitian kehutanan dan lingkungan kerap dilakukan untuk mengkaji perubahan iklim, keanekaragaman hayati, serta pengelolaan hutan berkelanjutan.

Secara historis, Hutan Lindung CIFOR terbentuk seiring berdirinya Center for International Forestry Research (CIFOR) pada awal 1990-an. Lembaga riset kehutanan internasional ini menjadikan kawasan hutan di Bogor sebagai pusat penelitian global tentang hutan tropis dan kebijakan kehutanan. Sejak saat itu, area hutan dijaga ketat sebagai kawasan lindung yang tidak boleh dialihfungsikan.

Keberadaan Hutan CIFOR menjadi bukti pentingnya sinergi antara riset ilmiah dan pelestarian lingkungan. Di tengah pesatnya pembangunan perkotaan Bogor, kawasan ini tetap berdiri sebagai paru-paru hijau yang menjaga kualitas udara dan keseimbangan alam.

Pemerintah daerah bersama pengelola kawasan terus mendorong perlindungan hutan CIFOR agar tetap lestari, sekaligus mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian pohon-pohon rindang yang menjadi warisan ekologis bagi generasi mendatang.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Wabup Tapteng Ikuti Penanaman 2.000 Bibit Mangrove dalam Latma Pacific Partnership 2026
Tak Masuk Akal ! Satu Sungai Hasilkan 70–80 Truk Sampah, Kesadaran Warga Dipertanyakan
Pemkot Bogor Siapkan Perwali, Siswa Wajib Tanam Pohon dari SD hingga SMA
Alun-Alun Cibinong Jadi Primadona Saat CFD, Kebersihan Perlu Perhatian Bersama
Lemahnya Pengawasan Lingkungan Hidup, PGM Labura Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati dan Lingkungan Hidup
Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Tengah Hujan, Forkopimda dan Warga Jaga Ekosistem Setu Citatah
Kampung Estetik di Bojonggede Bikin Takjub, Warga Sulap Gang Biasa Jadi Eksotik
Dedi Mulyadi Tegaskan Jangan Rusak Tanah Bogor : “Bogor Itu Tanah Keramat”
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:09 WIB

Wabup Tapteng Ikuti Penanaman 2.000 Bibit Mangrove dalam Latma Pacific Partnership 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 11:00 WIB

Tak Masuk Akal ! Satu Sungai Hasilkan 70–80 Truk Sampah, Kesadaran Warga Dipertanyakan

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:02 WIB

Pemkot Bogor Siapkan Perwali, Siswa Wajib Tanam Pohon dari SD hingga SMA

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:13 WIB

Alun-Alun Cibinong Jadi Primadona Saat CFD, Kebersihan Perlu Perhatian Bersama

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:46 WIB

Lemahnya Pengawasan Lingkungan Hidup, PGM Labura Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati dan Lingkungan Hidup

Berita Terbaru

Pemerintahan

Sekdakab Tapteng Resmikan Pipanisasi Air Bersih Sitahuis

Minggu, 2 Agu 2026 - 08:18 WIB