KAB.BEKASI | Sangkakala.tv –
Berkatalah aku kepada mereka, “ Kamu lihat kemalangan yang kita alami , yakni Yerusalem telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Mari , kita bangun kembali tembok Yerusalem , supaya kita tidak lagi dicela.” Nehemia 2:17
Banyak rencana besar berlalu tanpa membuahkan hasil karena para pemimpin gagal membangkitkan partisipasi orang-orang yang dipimpinnya. Orang enggan berpartisipasi karena mereka tak punya harapan, dan mereka tidak berharap karena tidak percaya. Untuk membuat orang percaya dibutuhkan usaha yang sanggup menggerakkan hati mereka.
Nehemia tidak dapat melakukan pekerjaan besar membangun tembok Yerusalem sendirian, ia butuh partisipasi penuh saudara-saudara sebangsanya. Hal pertama yang dilakukan Nehemia adalah dengan diam-diam menyelidiki langsung keadaan Yerusalem. Nehemia blusukan di gelapnya malam. lni penting untuk menyusun rencana pembangunan kota Yerusalem.
Nehemia kemudian membagikan visi dan rencananya, serta memotivasi rakyat untuk memiliki beban yang sama.
Ia berkata, ”kemalangan yang kita alami…”
Pemakaian kata “kita” menegaskan bahwa masalah itu bukan semata tanggung jawab rakyat, Nehemia atau beberapa tokoh saja, tapi tanggung jawab bersama.
Ia menyampaikan betapa Allah menyertainya, sehingga iman dan harapan rakyat tumbuh kembali dan mereka bekerja dengan sekuat tenaga.
Nehemia mengajarkan kita tiga hal penting untuk memotivasi orang-orang untuk bersama-sama berbuat sesuatu.
Pertama, mengetahui fakta menyeluruh. Kita tak dapat memulai sebelum mengetahui faktanya. Kita perlu tahu apa yang dibutuhkan untuk mewujudkan sebuah rencana, apa yang menyebabkan hal itu sulit dilakukan, dan apa yang dapat menjadi penghalang ke depan.
Bagikan visi dan tujuan yang jelas kepada orang-orang yang kita pimpin.
Kedua, menekankan bahwa ini bukan tentang ambisi pribadi tetapi demi kepentingan bersama dan merupakan tanggung jawab bersama. Bukan lagi ”saya” tetapi “kita”. Kata “kita” akan membuat mereka bersedia terlibat.
Ketiga, di atas segalanya, libatkanlah Tuhan dalam setiap prosesnya, karena sia sialah kita membangun jika Tuhan tidak campur tangan di dalamnya (Mzm 127:1 ). Penyertaan Tuhan akan membuat visi yang telah kita tetapkan menjadi terwujud.
Kepemimpinan kuat atau tidak terlihat dari berapa besar ia bisa menggerakan orang-orang yang dipimpinnya. (Red)








