Sangkakala7.tv || Kota Bogor, Jabar
Indikasi munculnya pedagang kaki lima (PKL) liar di kawasan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, memicu reaksi kritis dari masyarakat setempat. Lokasi yang menjadi sorotan berada di sekitar pemberhentian angkot Ciawi dan kantor Perumda Tirta Pakuan yang dinilai tidak layak dijadikan area berdagang.
Warga menilai kemunculan tanda garis di area tersebut menguatkan dugaan adanya upaya penempatan pedagang secara tidak resmi. Kondisi ini dikhawatirkan akan memicu berbagai persoalan baru, mulai dari kemacetan, kesemrawutan, hingga potensi konflik sosial di lingkungan sekitar.
Camat Bogor Timur, Uay Sutiawan, mengakui pihaknya telah menerima laporan dari warga terkait indikasi PKL liar yang diduga merupakan pindahan dari kawasan Pasar Bogor. Ia menyebut, laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan ke lapangan.
“Keluhan warga sudah masuk kepada kami terkait adanya indikasi PKL liar yang akan menempati lokasi tersebut, dan kami langsung melakukan pengecekan di lapangan,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia menegaskan bahwa seluruh perangkat wilayah, mulai dari kelurahan, LPM, RT, hingga RW bersama pihak kecamatan telah menyatakan penolakan tegas. Penolakan ini didasari kekhawatiran terganggunya ketertiban umum serta aktivitas masyarakat di kawasan permukiman tersebut.
“Kami akan terus menjaga keamanan dan kenyamanan wilayah, karena masyarakat sudah menyampaikan penolakan terhadap keberadaan PKL yang terindikasi pindahan dari Pasar Bogor,” tambahnya.
Uay juga menekankan bahwa pengawasan di lokasi akan diperketat guna mencegah adanya penempatan pedagang secara liar yang berpotensi menimbulkan permasalahan baru.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Bogor telah menyiapkan skema relokasi resmi bagi PKL Pasar Bogor ke kawasan Pasar Jambu Dua dan Sukasari sebagai bagian dari upaya penataan kota. Kebijakan tersebut diharapkan menjadi solusi agar aktivitas perdagangan tetap berjalan tertib tanpa menimbulkan titik-titik PKL liar baru, khususnya di wilayah permukiman.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








