Relokasi PKL dari Pasar Bogor Picu Penolakan Warga Sukasari 2

- Redaktur

Jumat, 3 April 2026 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangkakala7.tv || Kota Bogor, Jabar
Rencana sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk membuka lapak dagangan sayuran di Jalan Sukasari 2, Kecamatan Bogor Timur, menuai protes dari warga setempat. Para pedagang tersebut disinyalir akan berjualan di lokasi itu sebagai dampak relokasi dari kawasan Pasar Bogor yang tengah dibongkar. Jumat, 03/04/2026.

Warga mengaku keberatan dengan rencana tersebut karena khawatir akan menimbulkan kemacetan, kesemrawutan, serta persoalan kebersihan di lingkungan mereka. Jalan Sukasari 2 dinilai tidak layak dijadikan lokasi aktivitas perdagangan skala besar.

“Kalau sampai dipakai untuk pasar sayur, pasti akan macet dan kotor. Kami sebagai warga jelas merasa terganggu,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Sebelumnya, para pedagang telah dilarang berjualan di area Pasar Bogor karena adanya proses pembongkaran dan penataan ulang pasar tersebut oleh pemerintah. Kebijakan itu membuat para pedagang harus mencari lokasi alternatif untuk tetap berjualan.

Pemerintah setempat telah mengarahkan para pedagang untuk pindah ke Pasar Gembrong Sukasari serta kawasan Jambu Dua sebagai lokasi relokasi resmi. Namun, tidak semua pedagang memilih mengikuti arahan tersebut.

Sebagian pedagang justru mempertimbangkan membuka lapak di Jalan Sukasari 2 karena dinilai lebih strategis dan dekat dengan pelanggan lama mereka.

Menanggapi polemik ini, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir pelanggaran aturan. Ia mengungkapkan telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengantisipasi potensi pelanggaran di lapangan.

“Pemerintah Kota Bogor sudah berkoordinasi dengan Kapolres, Dandim, bahkan Denpom. Jika ada yang melanggar aturan, tentu akan ditindak tegas,” tegas Dedie.

Hingga saat ini, belum ada kepastian terkait izin penggunaan Jalan Sukasari 2 sebagai lokasi berjualan. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas agar tidak terjadi konflik berkepanjangan antara pedagang dan masyarakat sekitar.

Polemik ini menjadi perhatian publik, mengingat pentingnya penataan kawasan perkotaan yang tetap memperhatikan kepentingan pedagang tanpa mengabaikan kenyamanan warga.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Miris !!! Jalan Desa Durian Sei Balai Rusak dan Becek, Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan
Tanggul Waduk Perkebunan Jebol, Belasan Rumah di Batu Bara Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter
Seram !!! Kabel Listrik Semrawut di Kantor DPRD Kabupaten Toba
Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan, Dugaan “Klaster Mewah” Napi Masuk Pemeriksaan Internal ‎
Terima Aspirasi Buruh KSBSI, Wagub Reny Dorong Mediasi dengan PT NNI
KADES KOTO JAYO DIDUGA JADI PEMAIN PETI, ALAT BERAT RHINO KUPAS TANAH TAK BERTUAN SELUAS 1 HEKTARE
Bogor Memanas! 300 Massa PPAK Siap Geruduk Istana Bogor dan Tol Baranangsiang Terancam Ditutup ‎
Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Miris !!! Jalan Desa Durian Sei Balai Rusak dan Becek, Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Tanggul Waduk Perkebunan Jebol, Belasan Rumah di Batu Bara Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Seram !!! Kabel Listrik Semrawut di Kantor DPRD Kabupaten Toba

Sabtu, 26 September 2026 - 20:28 WIB

Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan, Dugaan “Klaster Mewah” Napi Masuk Pemeriksaan Internal ‎

Senin, 21 September 2026 - 23:47 WIB

Terima Aspirasi Buruh KSBSI, Wagub Reny Dorong Mediasi dengan PT NNI

Berita Terbaru