Sangkakala 7 || Kabupaten Bogor, Jabar
Sejumlah petani di wilayah Tamansari, kaki Gunung Salak, Kabupaten Bogor, mengaku mengalami intimidasi di tengah ancaman kerusakan lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.
Kondisi di lapangan disebut semakin mengkhawatirkan. Para petani mulai menerima surat somasi untuk mengosongkan lahan yang telah lama mereka garap. Bahkan, surat tersebut dilaporkan telah dilayangkan kepada Ketua Kelompok Tani setempat sejak beberapa hari terakhir.
Selain ancaman pengosongan lahan, para petani juga menghadapi tekanan saat berupaya mempertahankan wilayah garapannya. Situasi ini membuat warga merasa tidak aman dan khawatir akan masa depan mereka.
Di sisi lain, kawasan Tamansari dikenal sebagai daerah resapan air yang memiliki fungsi vital bagi lingkungan, khususnya di kawasan lereng Gunung Salak. Selain itu, wilayah ini juga menjadi salah satu penopang ketahanan pangan lokal. Namun, lahan yang sebelumnya produktif kini disebut mulai rusak dan terancam hilang.
Warga menilai persoalan ini tidak hanya menyangkut kepemilikan atau penguasaan lahan, tetapi juga berdampak luas terhadap keberlanjutan lingkungan dan ketersediaan pangan di masa depan.
Atas kondisi tersebut, para petani mendesak Dedi Mulyadi untuk turun langsung ke lokasi guna mengecek situasi di lapangan. Mereka juga meminta pemerintah meninjau kembali perizinan serta dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari perusahaan yang beraktivitas di wilayah tersebut.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








