Sangkakala 7 || Kota Bogor, Jabar
Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia tengah mendorong penguatan sistem transportasi massal terintegrasi di kawasan Jabodetabek menuju tahun 2045. Dalam proposal jaringan transportasi masa depan tersebut, Bogor menjadi salah satu wilayah yang diproyeksikan memiliki jaringan angkutan umum yang lebih modern dan saling terhubung.
Dalam dokumen perencanaan itu, Bogor diusulkan memiliki beragam moda transportasi yang terintegrasi, mulai dari Kereta Rel Listrik (KRL), kereta api lokal, trem, hingga Light Rail Transit (LRT). Pengembangan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan penyangga ibu kota.
Peta jaringan yang dipublikasikan melalui situs resmi Kemenko Perekonomian tersebut menekankan pentingnya integrasi antarmoda guna menciptakan sistem transportasi yang efisien, nyaman, dan berkelanjutan. Dengan konektivitas yang lebih baik, masyarakat di Bogor dan sekitarnya diharapkan dapat berpindah moda transportasi dengan mudah tanpa hambatan berarti.
Selain itu, rencana ini juga diarahkan untuk mendorong implementasi konsep Transit Oriented Development (TOD) di berbagai titik strategis. TOD dinilai mampu menciptakan kawasan berbasis transportasi publik yang terintegrasi dengan hunian, pusat bisnis, dan fasilitas umum lainnya.
Kemenko Perekonomian menyebutkan bahwa peta jaringan transportasi ini diharapkan menjadi katalisator dalam meningkatkan kualitas angkutan umum di masa depan. Tidak hanya mempercepat mobilitas, sistem terintegrasi ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi serta menekan kemacetan di wilayah Jabodetabek.
Dengan rencana besar tersebut, Bogor diproyeksikan akan semakin strategis sebagai salah satu simpul penting dalam jaringan transportasi regional, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di kawasan penyangga ibu kota.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








