Diduga Ketua DKM Masjid Jami Al-Maidah Ustad IR , Gelapkan Dana Pembangunan Ratusan Juta Rupiah

- Redaktur

Kamis, 8 April 2021 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI KOTA | Sangkakala.tv –
Pembangunan Masjid Jami Al-Maidah yang sedang berjalan telah menghabiskan dana pembangunan sekitar Rp 2,4 hingga 3 miliar, masjid ini akan menjadi tempat penyebaran syiar Islam.
Pembangunan Masjid tidak perlu khawatir, yang penting semua terus bekerja keras, tetap kompak dan bangun kebersamaan menggalang dukungan membangun rumah Allah ini.

Terkait dengan pembangunan masjid yang sdh lama direncanakan sejak tahun 2016, tetapi terkendala dengan raibnya dana sumbangan dari donatur masyarakat/jama’ah dan kotak amal yang ada di Masjid dan Superindo.

Jahrudin.SH ketua pembangunan Masjid Jami Al-Maidah, saat ditemui di kediamannya mengatakan ; pembangunan masjid sudah direncanakan sejak tahun 2016, tetapi selalu mundur dan mundur.

Pada tanggal 25 Januari 2020 diadakan rapat tentang dimulai pembangunan masjid , dalam rapat Ketua DKM Masjid Ustad Imron mengatakan, ada dana tersimpan di Bank sebesar Rp 160.000.000 (seratus enam puluh juta rupiah) dan dana cash/tunai ditangan sebesar Rp 80.000.000 (delapan puluh juta rupiah).

Kemudian tanggal 03 February 2020 masjid mulai dibangun, tetapi begitu mau dibangun dana yang dimaksud dicek ke Bank, ternyata uang yang ada didalam rekening sudah ludes, begitu juga dengan uang tunai itu juga nol rupiah.

Jika dihitung-hitung dana yang sudah masuk semakin bertambah dan bertambah hingga mencapai Rp 1,2 miliar lebih.

Mantan Ketua DKM Masjid Jami Al-Maidah Ust Imron Rosadi, sudah diajak musyawarah tentang pertanggung jawaban keuangan sumbangan dari donatur, kotak amal yang berada di Masjid dan Superindo yang dibuka tiap bulannya.
Jawaban dari Ust Imron sudah habis terpakai tanpa ada bukti-bukti pengeluaran.

Ketua pembangunan kecewa, karena tidak ada etika baik dari Ustad Imron.
Pada tanggal 08 Agustus 2020 ketua panitia pembangunan Masjid Jami Al-Maidah Jahrudin.SH, melaporkan pelaku atas kejadian Tindak Pidana Penipuan atau Penggelapan ke Polres Metro Bekasi Kota Nom : LP/1816/K/Vlll/2020/SPKT/Restro Bekasi Kota, dengan dugaan telah mempergunakan uang masjid dari hasil kotak amal yang ada di masjid maupun kotak amal yang ada di Superindo yang diambil setiap bulannya maupun sumbangan donatur lainnya

Selanjutnya Jahrudin menegaskan, atas kejadian tersebut Masjid Jami Al-Maidah mengalami kerugian sekitar Rp 820.000.000 (delapan ratus dua puluh juta rupiah).

Dugaan penipuan atau penggelapan dana masjid oleh Ustad Imron, dari kotak amal yang ada di masjid terhitung sejak tahun 2009, sedangkan kotak amal yang tersimpan di Superindo sejak tahun 2014, sumbangan donatur dari HJ Rp 5.000.000, HR Rp 25.000.000 dan BM sebesar Rp 24.000.000 , juga raib gak tau kemana rimbanya.
Masih ada satu lagi dana yang raib dan tidak ada pertanggung jawaban dari Ustad Imron, yaitu dana pembelian lahan untuk parkir, ucap Jahrudin.

Panitia pembangun Jahrudin.SH berharap agar proses penyelidikan dipercepat, karena terlapor sudah dua kali pemanggilan tetapi mangkir. Perkara ini sudah cukup lama terlapor sejak 8 Agustus 2020 dan panggilan kedua baru dua minggu yang lalu.
Berharap pada polres metro Bekasi kota, segera panggil paksa dan tangkap terlapor, ucap Jaharudin.

Ustad H Madinah pendiri Masjid Jami Al-Maidah ketika dikonfirmasi mengatakan ; ustad Imron saya kenal sejak kecil dan bekerja sebagai tukang ojek dan RT.
Ust Imron menjabat sebagai Ketua DKM Masjid Jami Al-Maidah sejak tahun 2009, itupun karena menghargai Bapaknya Almarhum sebagai tokoh ulama Bekasi.

Jadi saya jelaskan, Ustad Imron jadi Ketua DKM Masjid bukan hasil pemilihan atau musyawarah jama’ah masjid. Dipercaya jadi DKM karena orang tuanya sebagai tokoh ulama dan merasa kasihan melihatnya bekerja sebagai tukang ojek.

Ustad H Madinah merasa terkejut dan heran mendengar Ustad Imron melakukan penipuan dan penggelapan dana masjid.
Dana itu didapat dari hasil kotak amal dimasjid,kotak amal Superindo dan sumbangan donatur, tuturnya.

Semua uang itu dari sumbangan masyarakat dan Jama’ah, kalau itu ditipu dan di gelapkan Ustad Imron, maka itu adalah : ” Dosa didunia dan Akhirat “, tegas Ustad H Madinah.
Saya berharap ada etika baik dari Ustad Imron utk mengembalikannya ke panitia pembangunan atau Ketua DKM Masjid yang baru terpilih.

Saksi-saksi banyak yang mengetahuinya, ada saksi dari panitia pembangunan dan Jama’ah, ucap Ustad.

Selanjutnya Ustad H Madinah berharap , perkara ini segera ditindak lanjuti pihak penyelidik polres metro Bekasi kota.
Terlapor sudah dua kali pemanggilan tetapi selalu mangkir/tidak hadir . Harapan saya, Polres Metro Bekasi Kota segera melaksanakan pemanggilan paksa atau menangkap terlapor, karena tidak menghiraukan proses hukum yang berlaku, tegas ustad Madinah.

Saat berita ini diturunkan, polres metro Bekasi Kota terkesan lamban menangani kasus dugaan penipuan atau penggelapan ini.
Kasus tersebut sudah berjalan 7 bulan, yakni terlapor pada tanggal 08 Agustus 2020 hingga menyebrang ke tahun 2021.

Sangat disayangkan, ketika kasus ini dikonfirmasi wartawan sangkakala.tv ke unit kriminal khusus Polres Metro Bekasi Kota tidak dapat ditemui karena sedang rapat. (AZ)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polisi Periksa 24 Kru KM Maulana, Terkait Dugaan Penganiayaan Terhadap 4 ABK
Pemkab Humbahas Ikuti Perayaan Tahun Ekologi HKBP, Bersama Menjaga Kelestarian Alam
Polres Humbahas Gerebek Judi Tembak Ikan di Desa Hutajulu, Tiga Pelaku Diamankan
Usai Shalat Istisqa di Alun-Alun Kabupaten Bogor, Hujan Langsung Turun, Warga Bersyukur
Ribuan Warga Kabupaten Bogor Gelar Shalat Istisqa, Memohon Hujan di Tengah Kemarau Panjang
Sempat Melarikan Diri, Terduga Pelaku Penikaman Ditangkap Polisi
Bangunan Pariwisata Terpadu Tambunan Lumban Pea Diduga Mangkrak, Puluhan Miliar Jadi Sorotan Publik
Bupati Donggala Buka STQ Ke- X Tingkat Kecamatan, Desa Surumana, Kec. Banawa Selatan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Polisi Periksa 24 Kru KM Maulana, Terkait Dugaan Penganiayaan Terhadap 4 ABK

Senin, 28 September 2026 - 15:58 WIB

Pemkab Humbahas Ikuti Perayaan Tahun Ekologi HKBP, Bersama Menjaga Kelestarian Alam

Senin, 28 September 2026 - 15:55 WIB

Polres Humbahas Gerebek Judi Tembak Ikan di Desa Hutajulu, Tiga Pelaku Diamankan

Sabtu, 19 September 2026 - 13:29 WIB

Usai Shalat Istisqa di Alun-Alun Kabupaten Bogor, Hujan Langsung Turun, Warga Bersyukur

Jumat, 18 September 2026 - 21:16 WIB

Ribuan Warga Kabupaten Bogor Gelar Shalat Istisqa, Memohon Hujan di Tengah Kemarau Panjang

Berita Terbaru