KAB. BEKASI || Sangkakala7.tv –
Penataan Taman Lansia dan Bermain Anak yang dibangun dengan anggaran hampir mencapai Rp 200.000.000,- (Dua ratus juta rupiah) menggunakan APBD Tahun Anggaran 2021, dikerjakan asal jadi dan diduga barang yang digunakan barang bekas.
Taman Lansia dan Bermain Anak tersebar di wilayah Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi.
Hasil investigasi Sangkakala 7, kondisi terkini banyak properti Taman Lansia dan Bermain Anak, seperti ayunan, pagar, atap kanopi tempat berteduh tersebut, tidak dapat digunakan, karena mengalami kerusakan pada material besi yang berkarat dan putus.
Dampaknya, Taman yang dibiayai dari APBD Tahun Anggaran 2021, dengan Kontrak sebesar Rp 196.950.919,18.- NO SPK 602.1/2852/SPK/Disperkimtan PSU.Tmn/IX/ 2021. Pekerjaan dilaksanakan pada akhir tahun 2021, sangat disayangkan baru berumur seumur jagung sudah berkarat dan pada patah hingga tidak dapat di manfaatkan warga setempat.

Penataan Taman Lansia dan bermain anak yang berada RW 01 Desa Mekarsari Kecamatan Tambun Selatan, di duga dikerjakan tidak sesuai dengan gambar dan ada beberapa pekerjaan yang hilang alias tidak dikerjakan sesuai gambar Site Plant yang diminta Tim Redaksi dari pelaksana proyek dilokasi.
Hasil investigasi Tim Sangkakala 7 di lapangan, hal yang sama di RW 04 desa yang sama terdapat beberapa alat bermain anak rusak patah hingga pagar taman saat ini tidak ada, karena pagar yang dikerjakan itu asal jadi.
Pekerjaan yang nilainya ratusan juta, kawat harmonika penutup pagar Taman Lansia pada putus. Karena kawat harmonika hanya diikat dengan kawat bendrat ke pipa pagar yang terbentang.
Dan lebih parah lagi, pagar taman yang terbuat dari pipa besi itu putus dari las-lasannya, menyebabkan Taman Lansia dan Bermain Anak saat ini tidak memiliki pagar.

Dilokasi yang berbeda tepatnya di RW 05, kasus nya sama.
Alat bermain seperti Ayunan yang berbentuk lingkaran itu putus dan disingkirkan ke pinggir pagar taman.
Redi (57) warga Rw 04 Desa Mekarsari Kecamatan Tambun Selatan Tambun Selatan, mengungkapkan ketidak puasannya atas kondisi taman bermain anak dan Lansia.
“Kita sebagai warga masyarakat penghuni perumahan dikatakan puas ya, gak puas ya.
” Ibarat kita dapat makanan, tetapi tidak enak rasanya”.
Permasalahannya, suatu program pemerintah menghadiahkan kepada masyarakat untuk permainan anak anak dan lansia, tetapi baru beberapa bulan pagar -pagarnya sudah pada rusak, patah dan jatuh, karena las lasan asal asalan, “kata Redi.

Redi juga menambahkan, perbaikan taman anak-anak dan lansia yang sudah rusak, dengan terpaksa diperbaiki menggunakan anggaran swadaya masyarakat.
Permainan Ayunan yang patah dan catnya sudah terkelupas, terpaksa di cat ulang oleh warga dengan menggunakan uang warga secara swadaya.
Pada intinya Masyarakat mendapatkan tapi dengan keterpaksaan, artinya taman ini kita apresiasi karena dibutuhkan masyarakat, namun pengerjaannya tidak maksimal dan asal jadi, ” tuturnya.
Tim Redaksi Sangkakala mengkorfimasi Plt Kepala Dinas Perkimtan Kabupaten Bekasi melalui telepon seluler dan WhatsApp tentang proyek pelaksanaan Taman Lansia dan Bermain Anak yang berada di wilayah Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Plt Kadisperkimtan Nurchaidir menjawab akan memanggil Kepala Bidang, PPK dan Pengawas. Namun sangat disayangkan hingga berita ini tayang, waktu pertemuan tidak dapat dipastikan dengan alasan jadwal rapat Plt Kadisperkimtan padat, ucap Nurchaidir Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bekasi.
(Tim)







