KORWIL FORUM WARTAWAN JAKARTA ANGKAT BICARA ATAS PEMECATAN KARYAWAN SECARA SEPIHAK

- Redaktur

Rabu, 17 Februari 2021 - 05:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,| Sangkakala Tv- Seorang karyawan berlinang air mata,karena di pecat oleh sebuah perusahaan tempat ia bekerja di bidang marine cargo, Transport agent, cargo service Djasa Bahari.

PT EMKL Transport agent, cargo service Djasa Bahari Jakarta Utara ini pun harus menarik nafas panjang,pasalnya kejadian yang menimpa diri R mengadu ke sebuah lembaga kontrol sosial Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Korwil Kabupaten Bekasi.

R mengatakan merasa shok dan kaget ketika mendapatkan pesan WhatsApp dari management EMKL yang berisi soal pemecatan dirinya.

Karyawan R telah mengabdi selama 13 tahun di perusahaan itu tak pernah mengeluh meski diakuinya upah yang diterima R sangat minim dan tak sesuai UMR DKI Jakarta.
Bahkan R menyebut Sertifikat Hak Milik (SHM) rumahnyapun telah digelapkan perusahaan bonafid tempat dia bekerja.

Rosmuli pengurus FWJ Korwil Kab Bekasi melalui siaran persnya, Selasa (16/2/2021) sore mengatakan ; hasil investigasi dilapangan, telah ditemui berbagai hal dugaan pelanggaran oleh Perusahaan EMKL, P.T. Djasa Bahari. “Ucapnya

Rosmuli juga menyinggung adanya penyimpangan pembayaran upah yang tak sepadan dengan aturan yang ada. “Selain upah yang sangat minim, perusahaan itu juga telah menuduh R melakukan penggelapan uang perusahaan yang tidak pernah dilakukan. “Cecernya.

Atas alasan itulah, Rosmuli mengulas adanya penyitaan sertifikat rumah milik R sebagai jaminan. “Perusahaan besar seperti itu apakah harus melakukan pendzholiman dan memanipulasi data agar para karyawan yang dipecatnya tidak bisa menuntut Haknya, dan bahkan sertifikat rumah yang awalnya sebagai jaminan kerja juga tidak bisa diambil kembali. Itu bukannya penggelapan? “Ungkap Rosmuli.

Selanjutnya Rosmauli menjelaskan, telah mendatangi pihak perusahaan tersebut. “Pernah kita kesana, dan minta ketemu Lidya selaku pimpinan perusahaan PT. Djasa Bahari EMKL di Jakarta Utara itu, tapi malahan kami disuruh keluar dan sampai sekarang tidak adanya penyelesaian yang baik dari pihak EMKL. “Paparnya. (WIRO).

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Toba Gagalkan Peredaran Sabu Puluhan Gram di Porsea, Seorang Pria Diamankan
KAOP KONTRAS Sumut Adinda Zahra, Meminta Seluruh Pelaku Termasuk yang Berasal Dari Unsur Militer Diadili Melalui Peradilan Umum
Tindaklanjuti Laporan Warga, Polres Tapteng Bekuk Pria Pemilik 7 Paket Sabu 
Kejari Humbahas Hentikan Penuntutan Kasus Penganiayaan Melalui Restorative Justice
Sat Narkoba Polres Toba Ungkap Dugaan Peredaran Sabu, Dua Terduga Bandar Diamankan
Kejari Kabupaten Bogor Usut Dugaan Korupsi Proyek RSUD Bogor Utara, Kerugian Negara Capai Rp9,1 Miliar
Kasus Penganiayaan Warga Hingga Tewas, Polres Labuhanbatu Tetapkan 3 Tersangka Petugas Pengawas dan Keamanan PT. APN
Polres Labuhan Batu Tetapkan Satu Orang Tersangka Petugas keamanan PT. Agrinas, Diduga Pelaku Kasus Pembunuhan LDH
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 11:13 WIB

Polres Toba Gagalkan Peredaran Sabu Puluhan Gram di Porsea, Seorang Pria Diamankan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:17 WIB

KAOP KONTRAS Sumut Adinda Zahra, Meminta Seluruh Pelaku Termasuk yang Berasal Dari Unsur Militer Diadili Melalui Peradilan Umum

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:18 WIB

Tindaklanjuti Laporan Warga, Polres Tapteng Bekuk Pria Pemilik 7 Paket Sabu 

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:14 WIB

Kejari Humbahas Hentikan Penuntutan Kasus Penganiayaan Melalui Restorative Justice

Senin, 22 Juni 2026 - 22:56 WIB

Sat Narkoba Polres Toba Ungkap Dugaan Peredaran Sabu, Dua Terduga Bandar Diamankan

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bupati Humbahas Tinjau Langsung Lokasi TMMD di Parlilitan

Rabu, 8 Jul 2026 - 20:07 WIB

Peristiwa

Satu Rumah Warga Desa Jaya Mulya Ludes dilalap Si Jago Merah

Rabu, 8 Jul 2026 - 19:49 WIB