Diduga Korupsi, 3 Kepala Desa di Tapanuli Utara Diperiksa Polres

- Redaktur

Jumat, 31 Mei 2024 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAPANULI UTARA || Sangkakala7.tv
Unit Tindak Pidana Korupsi Kepolisian Resort Tapanuli Utara (Unit Tipikor Polres Taput) memeriksa 3 orang Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Pangaribuan Taput.

Kasi Humas Polres Taput Aiptu Walpon Baringbing mengatakan, pemeriksaan ke-3 Kades ini dilakukan terkait dugaan korupsi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2023.

“Adapun ke-3 Kades yang diperiksa yakni Kades Parsibarungan, Kades Hutaraja, dan Kades Dolok Nauli,” ujarnya, Jumat (31/5).

Dia menegaskan, pemeriksaan ini dilakukan untuk menggali keterangan dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) para Kades.

Menurutnya, dalam laporan LPJ para Kades, ada beberapa hal yang disinyalir dan diduga berbau korupsi.

Antara lain, jumlah DD yang diterima dari pemerintah untuk kegiatan fisik sangat jauh dari hasil pelaksanaan (volume) pekerjaan di lapangan.

Kemudian kerja sama pihak Kades dengan suplayer diduga mengeluarkan surat bon faktur yang berbeda, dengan jumlah barang yang sebenarnya sehingga diduga terjadi mark up.

Dalam pengelolaan DD, Kades diduga tidak melibatkan Tim Pelaksana Kerja (TPK) sehingga diduga terjadi monopoli.

Dalam laporan pertanggungjawaban DD diduga banyak menggunakan tandatangan palsu. Selanjutnya dana PKK Desa diduga tidak jelas pengelolaannya.

Upah kerja yang diterima masyarakat juga diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Kemudian barang yang dibeli untuk keperluan tukang diduga banyak yang disinyalir fiktif,” bebernya.

Walpon merinci, untuk Desa Parsibarungan, Kecamatan Pangaribuan, dari DD yang dikelola tahun anggaran (TA) 2023 Rp 947 juta diduga terjadi penyimpangan keuangan negara sekitar Rp 80 juta.

Kemudian Desa Hutaraja, Kecamatan Pangaribuan, dari sebesar Rp 1 miliar lebih DD yang digunakan tahun 2023, diduga terjadi penyimpangan keuangan negara sekitar Rp 100 juta lebih.

“Sedangkan Desa Dolok Nauli, dari sebesar Rp 957 juta DD yang digunakan tahun 2023, diduga terjadi penyimpangan keuangan negara sekitar Rp 100 juta lebih,” tandasnya.

Jurnalis : Tohap Simaremare
Redaktur : Priyatna

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Humbahas Mengungkap Dugaan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor di Paranginan
Polres Humbahas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi Di Pollung
Kejari dan Pemkab Humbahas Hadirkan Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Bisa Konsultasi Hukum
KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak
Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya
Polsek Kualuh Leidong Gempur Sarang Narkoba di Sei Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir
Gerebek Sarang Narkoba di Batubara, Polisi Sita 111 Gram Sabu dan Uang Tunai Rp 127 Juta
80 Pil Ekstasi Disita dari Tempat Parkiran Hiburan Malam Singapore Land
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Polres Humbahas Mengungkap Dugaan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor di Paranginan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Polres Humbahas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi Di Pollung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Kejari dan Pemkab Humbahas Hadirkan Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Bisa Konsultasi Hukum

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:54 WIB

KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya

Berita Terbaru

Pemerintahan

Kabupaten Toba Raih Dua Penghargaan Lomba Posyandu Sumut 2026

Sabtu, 7 Nov 2026 - 19:11 WIB