Meresahkan Warga Karena Sering Buang Limbah Cair, Mahasiswa Unjuk Rasa Datangi Kantor Perusahaan PT. TAN

- Redaktur

Sabtu, 6 Juli 2024 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABURA, SUMUT || Sangkakala7.tv
Pabrik Minyak Kelapa Sawit PT, Tani Agro Nabati yang sering buang limbah cair dan cemari lingkungan, hingga menimbulkan ke resahan warga di sepanjang Sungai Aek Pidong, dan menyebabkan habitat air disungai mati. Belasan mahasiswa peduli lingkungan hidup unjuk rasa datangi Pabrik Minyak Kelapa Sawit PT, Tani Agro Nabati, Jumat, 04 juni 2024 siang.

Meskipun sudah berulang kali diprotes warga, terkait limbah cair dari Pabrik Minyak Kelapa Sawit PT. Tani Agro Nabati (PMKS PT. TAN), yang sejak beroperasi mengolah berondolan buah kelapa sawit menjadi minyak CPO.

Pabrik Minyak Kelapa Sawit PT. Tani Agro Nabati, telah sering cemari Sungai Aek Pidong di Desa Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (LABURA).

Pencemaran menyebabkan nelayan tradisional disepanjang aliran sungai tersebut kehilangan mata pencarian dan air sungai tidak dapat lagi digunakan oleh warga untuk kebutuhan sehari-hari.

Management PMKS PT. TAN terkesan kebal hukum dan tidak peduli serta tutup mata, meski warga sudah melakukan protes, perusahan tersebut hingga saat ini masih tetap beroperasi.

Melihat keresahan yang dialami oleh warga, belasan mahasiswa yang tergabung dalam DPC
Generasi Muda Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GM Grib-jaya) Labura, bergerak maju dengan membawa sejumlah poster berisikan tuntutan mendatangi perusahaan tersebut.

Namun sangat disayangkan, saat berlangsungnya unras tidak ada satupun management perusahaan menemui para mahasiswa.

Kordinator aksi Lancros Hartop menjelaskan, kedatangan mereka ke PT. TAN ini terkait perusahaan telah mencemari dan merusak ekosistem air Sungai Aek Pidong, dan menuntut kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Labura agar mundur dari jabatannya, karena masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan beliau, dan meminta kepada Bupati Labura untuk segera mengevaluasi kinerja kadis tersebut.

Selanjutnya meminta Kepala Desa Terang Bulan untuk mencabut izin awal berdirinya Persebuta, agar perusahaan tersebut di berhentikan beroperasional sampai izin perusahaan tersebut lengkap sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Karena aksi mahasiswa sama sekali tidak ditanggapi oleh perusahaan PMKS PT. TAN, dalam waktu dekat mahasiswa akan melakukan unras kembali, dengan agenda ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan DPRD Labura, hingga sampai tuntutan mereka di penuhi oleh perusahaan dan pemerintah,” ungkap kordinasi aksi tersebut”.

Jurnalis : Surya Dharma
Redaktur : Priyatna

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Hujan Guyur Bogor, Operasional SPBU Warung Jambu Dihentikan Sementara, Konsumen Keluhkan Minimnya Informasi
Tangis Haru Keluarga Pecah Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penganiayaan Petugas Pengawas dan Keamanan PT. APN Regional 1
Gempa 6.7 Skala Richter Guncang Kota Palu, Warga Masyarakat Perumahan Permai Palupi Panik dan Berhamburan Keluar Rumah
Diduga Pasca Penganiayaan Berujung Kematian, 5 Motor, 2 Pos dan 2 Kantor PT. Agrinas Palma Nusantara Dibakar Massa
Tumpukan Kabel Semrawut di Tiang Listrik, Coreng Estetika Wisata Balige
Seorang Pegawai Tempat Hiburan Malam di Doloksanggul Meninggal, Warga Soroti Dugaan Penyalahgunaan Narkoba
Oknum Supir Truk Ekspedisi Sahat Jaya Diduga Ajak Duel Wartawan, Aksi Terekam CCTV
Detik-detik Gudang Oli di Gunung Putri Terbakar Hebat, Asap Hitam Membumbung Tinggi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:16 WIB

Hujan Guyur Bogor, Operasional SPBU Warung Jambu Dihentikan Sementara, Konsumen Keluhkan Minimnya Informasi

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:48 WIB

Tangis Haru Keluarga Pecah Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penganiayaan Petugas Pengawas dan Keamanan PT. APN Regional 1

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:11 WIB

Gempa 6.7 Skala Richter Guncang Kota Palu, Warga Masyarakat Perumahan Permai Palupi Panik dan Berhamburan Keluar Rumah

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:34 WIB

Diduga Pasca Penganiayaan Berujung Kematian, 5 Motor, 2 Pos dan 2 Kantor PT. Agrinas Palma Nusantara Dibakar Massa

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:59 WIB

Tumpukan Kabel Semrawut di Tiang Listrik, Coreng Estetika Wisata Balige

Berita Terbaru

Pemerintahan

Delapan Lokasi Tambang Ilegal di Galang Resmi Ditutup

Sabtu, 27 Jun 2026 - 10:37 WIB