Dihantui Rasa Takut dan Khawatir Diterjang Gelombang, 16 Kepala Keluarga di Desa Kalao Toa Pindah Ke Perbukitan

- Redaktur

Senin, 8 Juli 2024 - 00:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SELAYAR, SULSEL || Sangkakala7.tv
Enam belas kepala keluarga yang selama ini menghuni dan tinggal bermukim di Pesisir Barat Dusun Latokdok, Desa Kalao toa, Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, terpaksa harus mengungsi dan memindahkan secara mandiri bangunan rumahnya ke lokasi yang lebih aman di kawasan perbukitan.

Warga pindahan dari pesisir barat Dusun Latokdok, saat ini terkonfirmasi tinggal menyebar di beberapa wilayah desa di Kecamatan Pasilambena.

Keputusan untuk pindah ke kawasan perbukitan ditempuh warga, setelah sekian purnama menantikan pembangunan kembali tanggul penahan ombak di pesisir pantai sebelah barat Desa Kalao Toa yang luluh lantak usai diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,5 SR, pada tanggal 14 Desember 2021 lalu.

Warga memilih pindah ke tempat yang lebih aman, setelah kurang lebih tiga tahun dihantui rasa takut dan khawatir akan menjadi korban terjangan badai gelombang.

Sekretaris Desa Kalao Toa, Aris mengkonfirmasi, masih ada lima kepala keluarga yang sampai sekarang masih tetap tinggal bertahan menghuni dan mendiami kawasan pesisir pantai sebelah barat Desa Kalao Toa.

Sementara enam belas bangunan rumah lainnya sudah dikosongkan dan ditinggal pindah oleh pemiliknya ke kawasan perbukitan.

Makking, salah seorang Kepala Keluarga di Dusun Latokdok Barat, bahkan nekad membangun tanggul secara mandiri dengan menggunakan biaya pribadi untuk melindungi dan menghindari rumahnya diterjang gelombang pasang air laut.

Sebelumnya, wilayah pesisir barat Desa Kalao Toa sempat dinyatakan mengalami pergeseran oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Usai diguncang gempa, kondisi ketinggian tanah di sekitar lokasi, terkonfirmasi mengalami pergeseran dan turun sekitar 1 meter 40 dari posisi awalnya.

Hal ini menyebabkan bangunan rumah warga di pesisir sebelah barat Desa Kalao Toa sangat rentan dan rawan diterjang gelombang pasang air laut, ungkap Aris, menirukan petikan pernyataan BMKG.

Aris berharap, Pemerintah bisa segera mempertimbangkan pembangunan kembali tanggul penahan ombak di sepanjang pesisir barat Desa Kalao Toa dan membenahi seluruh bangunan sarana prasarana serta proyek infrastruktur di Kecamatan Pasilambena yang hancur usai dihantam gempa empat tahun silam.

Jurnalis : Fadly Syarif
Redaktur : Priyatna

Facebook Comments Box

Berita Terkait

5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong
Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan, Warga Duga Aktivitas PETI Buol
Galian Pasir di Purba Baringin Diduga Tak Berizin, Warga Minta Pemkab Humbahas Turun Tangan
Babi Mati Dibuang ke Sungai, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Langkahnya Tak Sempurna, Tanggung Jawabnya Tetap Utuh Kisah Paskibraka Tarabintang
Sungai Meluap, Banjir Rendam Jalan Trans Sulawesi dan Permukiman Warga di Sendana
Kebakaran Melanda Areal Masyarakat Blok 06A Tebo, Berjarak 100 Meter Dari Areal PT TPIL
Sekitar 30 Mahasiswa Demo di Kantor PLN UP3 Bogor, Ban Mobil Dibakar, Manager Diminta Dicopot
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:41 WIB

5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan, Warga Duga Aktivitas PETI Buol

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Galian Pasir di Purba Baringin Diduga Tak Berizin, Warga Minta Pemkab Humbahas Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:59 WIB

Babi Mati Dibuang ke Sungai, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:41 WIB

Langkahnya Tak Sempurna, Tanggung Jawabnya Tetap Utuh Kisah Paskibraka Tarabintang

Berita Terbaru

Hukum

SAT RESKRIM POLRES HUMBAHAS TANGKAP EMPAT RAYAP BESI

Selasa, 1 Sep 2026 - 10:30 WIB